Antisipasi Virus Corona di DKI

Gubernur Anies Gulirkan Wacana Tarik Rem Darurat Imbas Melonjaknya Kasus Covid-19 di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggulirkan wacana bakal menarik rem darurat guna mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas.

Tangkapan layar dari akun instagram Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (@aniesbaswedan)
Anies Baswedan saat menerima kurma dari Jericho, Palestina pemberian Pendeta Gilbert Lumoindong. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggulirkan wacana bakal menarik rem darurat guna mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas.

Pasalnya, angka penularan Covid-19 di ibu kota kini mengalami lonjakan signifikan.

Data menunjukkan, sepekan terakhir kasus aktif Covid-19 di ibu kota naik 50 persen menjadi 17.400 kasus.

Padahal, sepekan sebelumnya atau 6 Juni 2021 lalu, kasus aktif berada di kisaran 11.500 kasus.

"Maka diharapkan kondisi pandemi di ibu kota akan lebih terkendali, sehingga Pemprov DKI tidak perlu melakukan tindakan yang drastis, seperti menerapkan kebijakan rem darurat," ucapnya, Senin (14/6/2021).

Kebijakan rem darurat bukan hal baru di DKI Jakarta, keputusan melakukan pembatasan ketat pernah dilakukan Anies pada September 2020 dan Februari 2021 lalu.

Dalam kedua kesempatan itu, kebijakan rem darurat terbukti efektif dalam menekan laju penularan Covid-19 di ibu kota.

Agar hal itu tak terulang lagi, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengingatkan masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Baca juga: Kasus Covid-19 di DKI Melonjak Lagi, Gubernur Anies: Kita Akan Masuk Fase Genting

Baca juga: Gubernur Anies: Kapasitas RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Tersisa 25 Persen

Baca juga: Kubu Rizieq Shihab Siapkan Berkas Memori Banding Kasus Petamburan

Tujuannya agar DKI tak lagi masuk fase genting seperti yang terjadi di awal tahun 2021 lalu.

"Bila kondisi sekarang tak terkendali, kita akan masuk fase genting, jika itu terjadi maka kita harus ambil langkah drastis, seperti yang pernah dialami bulan September 2020 dan Februari lalu," ujarnya.

"Kami inginkan peristiwa itu tak berulang lagi," tambahnya menjelaskan.

Sebagai informasi, penambahan kasus Covid-19 di DKI Jakarta kini kembali menembus angka 2.000 kasus per hari.

Padahal, sebelumnya penambahan kasus hanya berkisar di kisaran 300 hingga 700 kasus per hari.

Kondisi ini semakin diperparah dengan tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 yang telah menyentuh angka 75 persen.

Artinya, kapasitas 106 rumah sakit rujukan Covid-19 di DKI Jakarta kini hanya tersisa 25 persen.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved