Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Kubu Rizieq Shihab Siapkan Berkas Memori Banding Kasus Petamburan

Rizieq Shihab dan tim kuasa hukumnya bakal berhadapan dengan Jaksa Penuntut Umum di tingkat Pengadilan DKI Tinggi Jakarta dalam perkara kerumunan

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Bima Putra
Anggota tim kuasa hukum Rizieq Shihab, Aziz Yanuar saat memberi keterangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (14/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG -  Rizieq Shihab dan tim kuasa hukumnya bakal berhadapan dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di tingkat Pengadilan DKI Tinggi Jakarta dalam perkara kerumunan Petamburan.

Anggota tim kuasa hukum Rizieq, Aziz Yanuar mengatakan pihaknya dalam proses menyiapkan memori banding atas vonis delapan bulan pidana penjara dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

"Kita masih proses pembuatan memori bandingnya dan Alhamdulillah dari Jaksa juga kita belum menerima memori bandingnya sehingga belum bisa kita kontra," kata Aziz di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (14/6/2021).

Untuk sekarang tim kuasa hukum Rizieq yang juga mewakili lima eks petinggi FPI terdakwa perkara Petamburan belum bisa memastikan kapan bakal menyerahkan berkas memori banding.

Namun Aziz menuturkan pihaknya bakal segera menyelesaikan berkas memori banding kasus kerumunan warga di Petamburan untuk Rizieq dan lima eks petinggi FPI yang divonis bersalah.

"Harapannya sih setelah urusan RS UMMI ini selesai (vonis), jadi kita bisa fokus ke sana (pembuatan memori banding). Tapi sekarang sedang berjalan, cuman ada beberapa yang mungkin kita lampirkan," ujarnya.

Sementara untuk perkara kerumunan di Megamendung, Aziz menuturkan pihaknya belum menerima berkas memori banding dari JPU atas vonis denda Rp 20 juta yang dijatuhkan Majelis Hakim.

Dalam perkara kerumunan warga di Megamendung Rizieq dan tim kuasa hukum tidak mengajukan banding, namun pihaknya tetap mempersiapkan berkas kontra memori banding.

"Yang Megamendung kita enggak banding, jadi yang Megamendung kita hanya menerima. Kalau misalnya ada memori kita kontra, kalau enggak ada memori dari Jaksa ya kita masukkin juga," tuturnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Jakarta Meningkat, Polisi Bubarkan Kerumunan di Dekat Istana  Negara 

Baca juga: Anies Baswedan Khawatir Penyebaran Covid-19 di Jakarta, Dalam Sepekan Kasus Aktif Naik 50 Persen

Baca juga: Sidang Putusan Mantan Bos Garuda Indonesia Digelar Hari Ini

Dalam perkara Petamburan Rizieq dianggap bersalah atas kerumunan warga saat kegiatan Maulid Nabi dan pernikahan putri keempatnya pada 14 November 2020 lalu di Petamburan, Jakarta Pusat.

Rizieq dan lima eks petinggi FPI dinyatakan terbukti melanggar pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan vonis hukuman delapan bulan penjara.

Sementara di perkara Megamendung Rizieq dinyatakan terbukti bersalah atas kerumunan saat kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Masjid di Pondok Pesantren Alam Agrokultural.

Atas kerumunan warga pada 13 November 2020 lalu itu Rizieq dinyatakan terbukti melanggar pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan vonis denda Rp 20 juta.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved