Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

25 Persen Pasien Covid-19 di DKI Berasal dari Luar Jakarta, Dinkes: Virus Tak Mengenal Batas Wilayah

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat, sebanyak 25 persen pasien Covid-19 yang dirawat di ibu kota berasal dari luar Jakarta.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat, sebanyak 25 persen pasien Covid-19 yang dirawat di ibu kota berasal dari luar Jakarta.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti terkait tingkat keterisian tempat tidur isolasi atau Bed Occupancy Rate (BOR) yang mencapai 78 persen.

“Dari 78 persen keterisian tempat tidur tersebut 25 persennya merupakan warga luar DKI Jakarta,” ucapnya, Selasa (15/6/2021).

Walau demikian, Widyastuti menegaskan komitmen Dinas Kesehatan untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pasien Covid-19.

Ia pun menyebut, DKI membuka pintu selebar-lebarnya bagi warga luar Jakarta yang membutuhkan penanganan medis di ibu kota.

Baca juga: Covid-19 Varian Inggris, Afrika & India Mengkhawatirkan, Anak Buah Aneis Minta Warga Jakarta Waspada

Baca juga: Cerita Warga Miskin di Tanjung Barat Bertahan Hidup Saat Pandemi: Cukup Makan Nasi dengan Kecap

“Komitmen kami tetap untuk tak membeda-bedakan pelayanan, tetapi ini menjadi peringatan bahwa virusnya tak mengenal batas wilayah,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Meningkatnya BOR di DKI Jakarta tak terlepas dari lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi selama dua pekan terakhir.

Dinas Kesehatan DKI mencatat, ada penambahan 9.000 kasus aktif Covid-19 hanya dalam tempo waktu dua pekan.

“Selama dua minggu ini, kenaikannya konstan dan cenderung mengalami lonjakan hingga per 14 Juni 2021 kasus aktif di Jakarta mencapai angka 19.096 atau naik 9.000-an kasus,” kata dia,

“Padahal, kasus aktif di Jakarta sudah menunjukkan angka 10.658 dengan positivity rate 7,6% dari hasil tes PCR,” tambahnya menjelaskan.

Penambahan kasus harian Covid-19 di ibu kota pun kini mencapai angka 2.000 kasus.

Padahal, pada Mei lalu penambahan kasus hanya berkisar di angka 300 hingga 700 kasus per hari.

“Beberapa hari ini pertambahan kasusnya mencapai 2.000, 2.300, 2.400, dan 2.700 dengan kenaikan positivity rate yang juga signifikan di angka 17,9 persen,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved