Dugaan Korupsi di Damkar Depok

Kejari Depok Periksa Tujuh Orang Soal Dugaan Kasus Korupsi, Satu di Antaranya Kadis Damkar Depok

Sebanyak tujuh orang menjalani pemeriksaan oleh Kejaksaan Negeri Depok, terkait kasus dugaan korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Kepala Dinas Damkar Kota Depok, Gandara Budiana, saat dijumpai wartawan di Kejari Depok, Cilodong, Selasa (15/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG – Sebanyak tujuh orang menjalani pemeriksaan oleh Kejaksaan Negeri Depok, terkait kasus dugaan korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok.

Diwartakan sebelumnya, dari tujuh orang yang diperiksa di antaranya adalah Kepala Dinas Damkar Kota Depok, Gandara Budiana.

“Hari ini Kejari khususnya tim Jaksa penyelidik dari Seksi Tindak Pidana Khusus melakukan pemanggilan terhadap tujuh orang yang akan diperiksa dalam tahap penyelidikan kasus dugaan tipikor (tindak pidana korupsi) di Dinas Damkar Kota Depok,” kata Kasi Intel Kejari Depok, Herlangga Wisnu, di kantornya, Selasa (15/6/2021).

“Salah satunya yang ikut dipanggil adalah Kepala Dinas, atas nama inisial GB,” timpalnya lagi.

Dari pemantauan di lokasi, sejumlah petugas Damkar Kota Depok lainnya juga terus berdatangan hingga pukul 13.00 WIB.

Sejumlah petugas Damkar Kota Depok yang berdatangan tersebut di antaranya adalah Kepala Bidang Pengendalian dan Operasi, Welman Naipospos, dan Kepala Seksi Operasional Damkar Kota Depok, Tessy Haryati.

Baca juga: 3 Jam Diperiksa Penyidik Kejari Depok Soal Dugaan Korupsi, Kepala Dinas Damkar Langsung ke Masjid

Baca juga: BREAKING NEWS Ketua KONI Tangerang Selatan Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah

Keduanya datang secara bergiliran, dan langsung masuk ke dalam Kejari Depok tanpa sepatah kata pun.

Untuk informasi, dugaan korupsi di Dinas Damkar Kota Depok berawal dari sebuah unggahan foto yang menampakan seorang petugas pemadam kebakaran (Damkar) memegang dua poster berisi tulisan dugaan tindakan korupsi, tengah viral di sosial media.

Isi tulisan dalam poster yang pertama adalah “Bapak Kemendagri tolong, untuk tindak tegas pejabat di Dinas Pemadam Kebakaran Depok. Kita dituntut kerja 100 persen, tapi peralatan di lapangan pembeliannya tidak 100 persen, banyak digelapkan”.

Sementara poster kedua, berisi “Pak Presiden Jokowi tolong usut tindak pidana korupsi, Dinas Pemadam Kebakaran Depok”.

Belakangan diketahui, petugas Damkar yang viral tersebut bernama Sandi, dan foto tersebut diambil di Kantor Damkar Pos Wali Kota Depok, Pancoran Mas.

Kepada wartawan, Sandi menjelaskan bahwa dirinya hanya memperjuangkan haknya, sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan.

“Kalau untuk motif saya hanya memperjuangkan hak dan memang apa adanya kenyataan fakta di lapangan untuk pengadaan barang Damkar itu hampir semua tidak sesuai spek yang kita terima, tapi kita dituntut bekerja 100 persen, tapi barang-barang yang kita terima itu tidak 100 persen,” katanya melalui sambungan telepon, Jumat (9/4/2021) beberapa hari lalu.

“Kita tahulah anggota lapangan kita tahu kualitas, seperti harga selang dia bilang harganya jutaan rupiah, akan tetapi selang sekali pakai hanya beberapa tekanan saja sudah jebol,” timpalnya mengeluh.

Tak hanya itu, Sandi juga berujar bahwa hak-hak upah yang diterimanya tidak pernah utuh, lantaran mendapat potongan.

“Hak-hak kita, pernah merasakan anggota disuruh tanda tangan Rp 1,8 juta, menerima uangnya setengahnya Rp 850 ribu. Waktu itu dana untuk nyemprot waktu zaman awal Covid-19 kemarin kita disuruh nyemprot segala macam,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved