Markis Kido

PBSI: Kepergian Markis Kido Duka Mendalam Bagi Insan Bulu Tangkis Indonesia

Meninggalnya Markis Kido membawa dukacita mendalam bagi insan bulutangkis nasional. Kido telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Tayang:
Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Ibu Markis Kido saat menaburkan bunga di makam, TPU Kebon Nanas, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (15/6/2021). Meninggalnya Markis Kido membawa dukacita mendalam bagi insan bulutangkis nasional. Kido telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. 

Eriksen seperti yang ramai diberitakan, tiba-tiba tumbang di menit 43 saat melakoni laga melawan Finlandia di kejuaraan Euro 2020 yang berlangsung di Stadion Parken, Sabtu (12/6/2021) lalu.

Happy menceritakan, Kido ketika itu tengah latihan bermain bulu tangkis. Sang peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 ini tidak menunjukkan tanda-tanda sakit.

Baca juga: Sebelum Meninggal Dunia, Markis Kido Tiba-tiba Terjatuh Saat Bermain Bulutangkis

Baca juga: Jenazah Markis Kido Dimakamkan Tumpang dengan Almarhum Ayahnya di TPU Kebon Nanas

Latihan hari itu berjalan seperti biasa, Kido rampung menyelesaikan satu gim pertama dengan skor 15 - 8 untuk keunggulan melawan rekan sparing bulu tangkisnya.

Di lokasi, terdapat rekan sesama atlet bulu tangkis Chandra Wijaya yang menyaksikan Kido latihan di GOR Petrolin Alam Sutera, Tangerang.

"Skor terakhir dia 15-8, lalu pindah tempat. Chandra Wijaya tidak main, hanya melihat," ucap Happy.

Karena sudah unggul di gim pertama, latihan dilanjut untuk memainkan set kedua dan bertukar posisi seperti halnya pertandingan bulu tangkis pada umumnya.

Baca juga: Markis Kido Tak Menunjukkan Tanda-tanda Sakit Sebelum Meninggal Dunia

Baca juga: Wagub DKI Kenang Sosok Markis Kido, Ariza: Dia Kebanggaan Indonesia, Dia Menginspirasi

"Namun dalam hitungan detik, Kido jatuh dan berlari Chandra memberikan pertolongan," jelas Happy.

Posisi Kido ketika itu sudah tidak sadarkan diri, teman-temannya yang berada di lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan pertama.

"Posisinya Kido sudah pingsan, tak sadarkan diri dan mengorok (mendengkur). Dengan cepat, rekan-rekannya memberikan pertolongan. Dilarikan ke RS Omni Alam Sutera, namun Tuhan berkehendak lain," ucapnya.

Kido dinyatakan meninggal dunia sekira pukul 18.30 WIB, jenazahnya kemudian dibawa ke rumah duka Jalan Gemak B149, RT03 RW09, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Jenazah Markis Kido disalatkan di Masjid Baitul Muslimin, Jakamulya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 ini dikebumikan di TPU Kebon Nanas, (15/6/2021). (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved