Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Tak Jadi Tarik Rem Darurat, Anies Baswedan Perpanjang PPKM Mikro Hingga 28 Juni 2021

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak jadi menarik rem darurat yang sebelumnya sempat diwacanakan.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Tangkapan layar dari kanal youtube Pemprov DKI saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi sambutan dalam acara Pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-494 Kota Jakarta, Senin (24/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak jadi menarik rem darurat yang sebelumnya sempat diwacanakan.

Alih-alih menarik rem darurat, Anies Baswedan justru memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro hingga 28 Juni 2021.

Perpanjangan dilakukan lantaran kondisi penyebaran Covid-19 di ibu kota yang kembali melonjak dalam dua pekan terakhir.

"Ibu Kota kini dalam kondisi yang memerlukan perhatian ekstra. Bila kondisi sekarang tak terkendali, kita akan masuk fase genting," ucapnya, Selasa (15/7/2021).

Ia pun mengajak seluruh warga disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dengan menerapkan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Jadi, ini adalah peringatan pada kita semua, mari kita waspada, mari kita kembali lebih disiplin," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, kondisi pandemi di ibu kota menunjukkan tren mengkhawatirkan.

Pasalnya, peningkatan signifikan terjadi terus menerus pascalibur lebaran 2021.

Baca juga: Rumah Duka Markis Kido Ramai Didatangi Pelayat, Berjejer Karangan Bunga dari Menteri Hingga Presiden

Baca juga: Pejalan Kaki Ditemukan Tergeletak di Jalan Benyamin Sueb, Diduga Korban Tabrak Lari

Baca juga: Eks Bos Garuda Indonesia Ari Askhara Divonis 1 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Pikir-pikir untuk Banding

Padahal, kasus aktif di ibu kota pada dua pekan lalu atau 31 Mei lalu berada di angka 10.658 kasus dengan positivity rate 7,6 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved