Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Ali Murthado: Jaktim Paling Banyak Pasien Covid-19 yang Dievakuasi Bus Sekolah, 3 Bulan 10.509 Warga

Tingkat kepatuhan warga Jakarta Timur terhadap protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19 meluas tampaknya tidak kunjung membaik.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA/Dokumentasi Dishub DKI Jakarta
Bus sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang dikerahkan mengangkut pasien terkonfirmasi ke tempat isolasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Tingkat kepatuhan warga Jakarta Timur terhadap protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19 meluas tampaknya tidak kunjung membaik.

Dalam tiga bulan terakhir jumlah warga Jakarta Timur terkonfirmasi Covid-19 yang dievakuasi Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI tercatat paling tinggi se-DKI.

Kepala UPAS Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Ali Murthado mengatakan sejak 7 April hingga 15 Juni 2021 tercatat sebanyak 10.509 warga Jakarta Timur dievakuasi jajarannya.

"Jumlahnya paling tinggi dibanding wilayah lain di Jakarta 10.509 warga ini kita evakuasi ke RS rujukan dan tempat isolasi khusus sesuai permintaan pihak Puskesmas," kata Ali saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Rabu (16/6/2021).

Dalam rentan 7 April hingga 15 Juni 2021 yang sama jajaran UPAS Dishub DKI Jakarta mengevakuasi sebanyak 3.065 warga Jakarta Pusat, 1.924 warga Jakarta Barat, 7.521 warga Jakarta Selatan.

Lalu 3.973 warga Jakarta Utara, dan 19 warga Kepulauan Seribu, jumlah ini diperkirakan terus bertambah seiring lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DKI Jakarta setelah Idulfitri 1442 Hijriah.

Baca juga: Pasien Covid-19 Melonjak, Ratusan Orang Dievakuasi ke Wisma Atlet Pakai Bus Sekolah

Baca juga: Bus Sekolah DKI Jakarta Evakuasi 218 Pasien Covid-19 dari 15 Puskesmas

"Untuk memenuhi permintaan kita tambah 26 unit bus evakuasi khusus pasien Covid-19. Sekarang total bus khusus evakuasi pasien Covid-19 42 armada dengan jumlah awak 90," ujarnya.

Ali menuturkan penambahan jumlah armada khusus tersebut karena dalam satu harinya jajaran bus sekolah Jakarta mampu mengevakuasi hingga lebih dari 200 pasien Covid-19 se-DKI.

Padahal sebelum momen libur Idulfitri 1442 Hijriah jumlah evakuasi pasien Covid-19 se-DKI Jakarta dilakukan bus sekolah ke rujukan dan tempat isolasi khusus hanya berkisar puluhan.

"Untuk hari ini saja sampai pukul 13.00 WIB kita sudah menerima 99 permintaan evakuasi pasien Covid-19 dari empat Puskesmas dan dua RS. Ini data sementara, jumlahnya masih dapat bertambah sampai malam," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved