Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Depok

Menipis, Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RSUD Depok Tersisa 21 

Tempat tidur pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, semakin menipis hingga mendekati batas maksimalnya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Septiana
Tribunnews.com
RSUD Kota Depok - Tempat tidur pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, semakin menipis hingga mendekati batas maksimalnya. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWANGAN - Tempat tidur pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, semakin menipis hingga mendekati batas maksimalnya.

Dirut RSUD Kota Depok, Devi Maryori, mengatakan, daya tampung pasien Covid-19 di RSUD Kota Depok adalah 128 bed (kasur).

"Total bed termasuk ICU, 128 bed perawatan Covid-19," ujar Devi saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (17/6/2021).

Saat ini, jumlah bed yang sudah terisi mencapai 107 oleh pasien Covid-19.

Itu artinya, hanya tersisa 21 bed untuk pasien Covid-19.

"107 pasien. ICU tujuh pasien, pengawasan 16 pasien, IGD 16 pasien, isolasi 68 persen," ungkapnya merinci.

Devi mengatakan, kenaikan jumlah pasien ini terjadi sejak sepekan setelah lebaran 2021.

Dirut RSUD Kota Depok Devi Maryori dijumpai wartawan di RSUD Kota Depok, Sawangan, Selasa (3/3/2020).
Dirut RSUD Kota Depok Devi Maryori dijumpai wartawan di RSUD Kota Depok, Sawangan, Selasa (3/3/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

Namun puncaknya, baru terjadi sekira satu pekan belakangan ini.

"Tapi paling signifikan satu Minggu terakhir.Paska lebaran satu Minggu (naik) sekitar 20 persen, naik di Minggu kedua  jadi 25 persen, Minggu ketiga naik 40 persen, minggu keempat jadi 50 persen," ujarnya.

Baca juga: Asesmen di BNN DKI Jakarta, Polisi Terus Menyelidiki Kasus Anji dan Kejar Pelaku Lainnya

Baca juga: Asisten Pelatih Masih Rahasiakan Tiga Tim yang akan Lawan Persija Jakarta di Laga Uji Coba

Baca juga: Minimarket di Bantargebang Bekasi Dibobol Rampok: Mesin ATM Dirusak, Uang Ratusan Juta Digasak

Terakhir, Devi mengimbau agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan dan menjaga diri serta keluarga terhadap virus Covid-19 ini.

"Karena klaster keluarga makin meningkat, disiplin melaksanakan protokol kesehatan, jangan pergi ke tempat yang ramai bilamana tidak terlalu penting, kalau pun terpaksa jangan lama-lama," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved