Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Tulis Sendiri, Rizieq Shihab Anggap Replik Jaksa Dipenuhi Gelora Emosi

Rizieq Shihab menanggapi replik Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara dugaan tindak pidana pemberitahuan bohong tes swab RS UMMI Bogor

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta/Bima Putra
Rizieq Shihab saat membacakan pleidoi atau pembelaan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (10/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Rizieq Shihab menanggapi replik Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara dugaan tindak pidana pemberitahuan bohong tes swab RS UMMI Bogor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Bila dalam repliknya JPU menyebut bahwa isi pleidoi atau nota pembelaan buatan Rizieq hanya berisikan keluh kesah karena tidak dibuat berdasar fakta persidangan dan berisikan kata-kata kasar.

Melalui duplik yang dibuatnya pribadi, Rizieq mengatakan bahwa isi replik JPU yang disampaikan pada sidang Senin (14/6/2021) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dipenuhi gelora emosi.

"Saya sesalkan replik JPU dibuka dengan masalah yang 'sepele tapi tidak sepele' tersebut, sehingga seluruh replik JPU diisi dan dipenuhi dengan gelora emosi dari persoalan," kata Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (17/6/2021).

Alasannya JPU mengawali replik mereka dengan menyinggung penggunaan sejumlah kata kasar dalam pleidoi Rizieq lalu mengaitkan dengan gelar Imam Besar eks Front Pembela Islam (FPI).

Pada repliknya JPU menyatakan gelar yang ditujukan simpatisan eks FPI untuk Rizieq tidak sesuai karena sebagai tokoh agama Rizieq justru menggunakan kata kasar dalam pleidoinya.

"JPU yang terhormat ketahuilah bahwa saya tidak pernah menyebut diri saya sebagai Imam Besar. Apalagi mendeklarasikan diri sebagai Imam Besar, karena saya tahu dan menyadari betul betapa banyak kekurangan dan kesalahan yang saya miliki," ujarnya.

Baca juga: Rizieq Shihab Bacakan Duplik Setebal 70 Halaman di Perkara Tes Swab RS UMMI Bogor

Baca juga: Menanti Jawaban Habib Rizieq Soal Tanggapan Jaksa Perkara Tes Swab RS UMMI Bogor di Sidang Hari Ini

Kekurangan itu disebut Rizieq membuatnya tidak pantas disebut Imam Besar, menurutnya sebutan datang dari simpatisan yang lugu, polos, dan merupakan bentuk tanda cinta.

Rizieq menuturkan dia tidak merasa tersinggung atas isi Replik JPU yang menyinggung gelar Imam Besar, namun dia berdalih khawatir singgungan JPU justru dianggap menghina umat.

"Sehingga akan jadi pendorong semangat mereka untuk datang dan hadir serta mengepung dari segala penjuru Pengadilan Negeri Jakarta Timur ini untuk menyaksikan langsung sidang terakhir, yaitu sidang putusan," tuturnya.

Dalam sidang pembacaan replik sebelumnya JPU menyoroti isi pleidoi Rizieq yang menggunakan kata kasar karena dianggap tidak pantas dilontarkan, di antaranya culas, licik, tidak ada rasa malu.

JPU menyinggung sebutan Imam Besar yang ditujukan simpatisan eks Front Pembela Islam (FPI) kepada Rizieq, menurut JPU sebutan tersebut tidak sesuai dengan perilaku Rizieq.

"Tidak seharusnya​ diucapkan yang mengaku dirinya berakhlak kulkarimah tetapi dengan mudahnya terdakwa menggunakan kata-kata kasar sebagaimana di atas. Ternyata yang didengung-dengungkan sebagaimana imam besar hanya isapan jempol belaka," ujar JPU, Senin (14/6/2021)> (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved