Antisipasi Virus Corona di Depok

Pengetatan di Depok: Bioskop Ditutup, Pernikahan Tanpa Resepsi, Hingga Mall Tutup Pukul 19.00 WIB

Pemerintah Kota Depok mengeluarkan surat keputusan terbaru dalam rangka menanggulangi lonjakan kasus Covid-19

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Vandalisme, trotoar rusak dan terhalan pot tanaman, yang ada di wajah Selamat Datang di Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Pemerintah Kota Depok mengeluarkan surat keputusan terbaru dalam rangka menanggulangi lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi sejak sepekan belakangan ini.

Tertuang dalam surat keputusan nomor 443/249/Kpts//Dinkes/Huk/2021, Wali Kota Depok, Mohammad Idris, kembali memperketat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pada Senin (21/6/2021) hari ini.

Sejumlah aktivitas usaha  dan hiburan seperti bioskop, kolam renang, dan lain sebagainya pun terpaksa dihentikan sementara waktu operasinya hingga waktu yang belum ditentukan.

Berikut, sejumlah poin terbaru dalam PPKM yang diterapkan Satgas Covid-19 Depok untuk menanggulangi lonjakan kasus :

Baca juga: Satgas Covid-19 Depok: Sangat Riskan Gelar PTM di Sekolah

1. Bekerja Dari Rumah atau WFH (work from home) 75 persen, dan WFO (work from office) 25 persen, WFH bukan liburan.

2. Sektor esensial beroperasi 100 persen dengan pengaturan protokol kesehatan secara ketat.

3. Pusat perbelanjaan, mall, supermarket, minimarket, beroperasi sampai dengan pukul 19.00 WIB, dengan kapasitas 30 persen.

4. Pasar rakyat atau tradisional beroperasi dari pukul 03.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB, dengan kapasitas 30 persen.

5. Restoran, kafe, warung makan, pedagang kaki lima dan sejenisnya, hanya boleh take away atau dibawa pulang, tidak diperbolehkan makan dan minum di tempat.

6. Taman, tempat wisata, wahana keluarga, tempat permainan anak, kolam renang, wahana ketangkasan, bioskop, dan sejenisnya untuk sementara ditutup.

7. Aktivitas warga dibatasi sampai dengan pukul 21.00 WIB.

8. Kegiatan keagamaan, tempat ibadah, hanya untuk ibadah wajib dengan kapasitas maksimal 30 persen. Untuk penguburan jenazah, takziyah, tahlilan diikuti oleh keluarga maksimal 15 orang. Pengajian rutin, subuh keliling, dan ibadah bersama di luar tempat ibadah untuk sementara ditiadakan.

9. Kegiatan di fasilitas umum dan ruang pertemuan (gedung pemerintah, swasta dan masyarakat), seluruhnya ditutup dan kegiatan rapat, pertemuan, bimtek, workshop dan sejenisnya dilaksanakan secara daring.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved