Cerita Kriminal
Berawal dari Cari Kutu, Masdar Kemudian Lampiaskan Nafsu ke Bocah Lugu
Pria asal Jeneponto, Sulawesi Selatan ini mengakui bahwa aksi cabulnya kepada bocah lugu di kampungnya itu berawal dari mencari kutu.
TRIBUNJAKARTA.COM, JENEPONTO - Terungkap sudah bagaimana kronologi yang dilakukan pria bernama Masdar (35) kepada bocah di bawah umur.
Hal tersebut berdasarkan dari pengakuan Masdar sendiri yang telah dibekuk polisi.
Pria asal Jeneponto, Sulawesi Selatan ini mengakui bahwa aksi cabulnya kepada bocah lugu di kampungnya itu berawal dari mencari kutu.
Ya, awalnya Masdar menyuruh korban untuk mencari kutu di kepalanya.
Tetapi tak lama kemudian, pelaku yang melihat situasi cukup sepi muncul niat jahat untuk merudapaksa bocah yang masih di bawah umur itu.
"Kusuruh cari kutu, tanpa kusadari langsung kubaringkan itu anak," ujar Masdar di ruang penyidik Polres Jeneponto, Selasa (22/6/2021) pagi.
Setelahnya, Masdar tak berhenti.
Dia kemudian memegang tangan korban dan mengarahkan untuk memegang alat vitalnya.
Setelah itu Masdar melampiaskan nafsunya dengan membuka celana korban dengan kedua tangannya.
Beruntung pelaku tidak sempat melakukan hal yang bejat kepada bocah tersebut karena ada warga yang melihat peristiwa tersebut.
Baca juga: Bocah Laki-laki 2,5 Tahun Hilang di Tanjung Barat, Diduga Terseret Arus Selokan Air
Baca juga: Sepi Orderan Selama Pandemi, Biduan Jadikan Sabu Sebagai Pelarian Hilangkan Frustasi
"Yang memergokinya itu omnya korban," aku Masdar.
Tak ayal, Masdar langsung diamankan saat itu juga dan nyaris menjadi amukan massa.
Untuk mencegah amukan massa kepala desa setempat langsung menghubungi polisi dan melaporkan apa yang terjadi di wilayahnya.
Kanit Tipidter Polres Jeneponto, Aipda Syahrir mengatakan, korban selama ini hanya tinggal bersama neneknya.
Kasus ini terungkap setelah pihak kepolisian menerima telpon dari kepala desa.
Sehingga korban diarahkan langsung melapor secara resmi ke Polres Jeneponto.
"Sekitar jam 4 sore kami menerima telpon dari kepala desa, katanya ada salah satu warganya anak di bawa umur telah dicabuli," tutur, Aipda Syahrir.
Atas perbuatan asusilanya, kini pria yang dalam kesehariannya menjadi sopir truk ini harus mendekam di penjara.
Bocah Rela Kabur Bersama Duda Beranak Tiga
Seorang ABG yang masih berusia 14 tahun rela kabur lewat pintu belakang rumahnya demi bisa bermesraan dengan duda beranak tiga yang disebut sebagai kekasihnya.
Parahnya, ABG berinisial ARD itu mengaku sudah berulangkali ditiduri pelaku yang usianya dua kali lipat dari umur sang ABG.
Pacaran kebablasan ini dilakukan ARD dengan duda beranak tiga berusia 28 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai sopir truk.
Baca juga: 27 Pegawai Terpapar Covid-19, PN Jakarta Pusat Tutup Sementara
Baca juga: Murid SD di Kediri Harus Terbaring Setahun Karena Kanker Tulang: Awalnya Diduga Hanya Keseleo
Dua sejoli berbeda usia jauh ini merupakan warga Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Kapolsek Long Ikis, Iptu Hermawan mengatakan awalnya polisi mendapat laporan kasus persetubuhan dengan anak di bawah umur ini dari ibu korban.
Tak butuh lama, polisi kemudian meringkus ARD.
Kepada polisi ARD mengakui memiliki hubungan asmara dengan tersangka DW.
Antara ARD dan korban pertama kali bertemu di sebuah warung dan berlanjut tukaran nomor ponsel.
Sejak saat itu hubungan keduanya makin dekat hingga ARD dan DW menjalin asmara atau pacaran selama 4 bulan.
Padahal DW berstatus duda beranak tiga yang telah tiga kali gagal berumah tangga tangga.
"Korban pertama kali berhubungan intim dengan DW pada pagi hari. Korban lupa waktunya," kata Hendrawan.
Awalnya DW minta ARD datang ke rumahnya.
Saat tiba di depan gang rumah, ARD diminta meninggalkan motornya di lokasi.
Kemudian DW mengajak ARD naik mobil.
"Korban diajak jalan-jalan. Setelah sampai di rumah, DW mengajak ARD ke kamar. Kemudian korban berbincang-bincang dengan tersangka," terang Hendrawan.
Setelah hubungan terlarang itu, DW menyuruh ARD pulang ke rumahnya.
Sejak saat itu pasangan pacaran keblabasan ini kerap mengulang perbuatan terlarang tersebut.
Terakhir, DW hubungan intim dengan ARD pada Jumat (11/6/2021) sekira jam 22.00 WITA.
ARD keluar rumah lewat pintu belakang rumah tanpa sepengetahuan ibunya.
Setiba di rumah DW, pasangan ini hubungan intim.
Saat itu ibu ARD kebingungan menyadari anaknya tidak ada dan juga tidak pulang ke rumah.
Rupanya saat ditelusuri bahwa ABG 14 tahun itu sedang berada di kamar hotel bersama ARD.
"Ibu korban tidak terima, dan langsung melapor ke polisi. Kami sedang memanggil para saksi untuk dimintai keterangan," tuturnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Pengakuan Pelaku Pencabulan di Jeneponto, Berawal Saat Cari Kutu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-pelecehan-seksual.jpg)