Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Kasus Covid-19 Meroket, Gubernur Anies Sebut Rumah Sakit Hampir Kolaps

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui, fasilitas kesehatan di ibu kota hampir kolaps imbas lonjakan kasus Covid-19.

TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Rusun Nagrak di Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, yang menjadi tempat isolasi mandiri pasien Covid-19.   

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM; GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui, fasilitas kesehatan di ibu kota hampir kolaps imbas lonjakan kasus Covid-19.

Guna mengatasi krisis fasilitas kesehatan ini, Pemprov menambah rumah sakit rujukan di ibu kota pada 17 Juni 2021 lalu.

Walau sudah ditambah, nyatanya tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di DKI Jakarta sudah mencapai 90 persen dan ruang ICU 81 persen.

"Ini mengirimkan pesan kepada kita semua bahwa kita menambah tempat tidur, menambah kapasitas rumah sakit, tapi lonjakannya terlalu cepat," ucapnya, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Ini 32 Lokasi Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 di DKI, Graha Wisata TMII Dipastikan Penuh Hari Ini

Bahkan, Anies menyebut, bila pekan lalu tak ada penambahan tempat tidur, fasilitas kesehatan di DKI bisa kolaps.

"Kalau saja minggu lalu tidak ditingkatkan, kapasitasnya sudah tembus 100 persen. Sekarang ada ruang untuk penambahan rumah sakit," ujarnya di Balai Kota.

Dengan penambahan ini, jumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di DKI Jakarta saat ini mencapai 140 RS.

Baca juga: Warga Depok Terpapar Covid-19 Disebut Keliaran Hingga Gelar Hajatan, Ini Penjelasan Satgas

Penambahan rumah sakit rujukan ini pun turut meningkatkan kapasitas tempat tidur ruang isolasi dan ruang Intensive Care Unit (ICU).

"Per 17 Juni meningkat jadi 140 rumah sakit dengan ada 8.524 tempat tidur dan 1.186 ruang ICU," kata Anies.

Baca juga: Kasus Covid-19 DKI Tembus 5.000 Kasus per Hari, Anies Tambah 34 RS Rujukan

Dari 140 rumah sakit rujukan Covid-19 yang disiapkan, 32 diantaranya merupakan fasilitas kesehatan milik Pemprov DKI.

"Semua rumah sakit milik Pemprov digunakan untuk menangani covid. Ada 13 rumah sakit yang 100 persen hanya untuk menangani Covid," tuturnya.

"Kemudian, 19 lainnya menampung pasien covid sampai melebihi 60 persen kapasitas rumah sakitnya," tambahnya menjelaskan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved