Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

4 Hari Dibuka, Rusun Nagrak Sudah Kedatangan 251 Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

Rusun Nagrak yang berada di wilayah Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, kedatangan ratusan pasien terpapar Covid-19

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Komandan Lapangan Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Letkol Laut drg. Muhammad Arifin menyatakan 32,7 persen kapasitas tempat isolasi di Rusun Nagrak telah terisi setelah empat hari beroperasi.   

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Rusun Nagrak yang berada di wilayah Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, kedatangan ratusan pasien terpapar Covid-19 dalam kurun waktu empat hari terakhir.

Sejak pertama kali dioperasikan Senin (21/6/2021) kemarin hingga hari ini, sudah ada ada sebanyak 251 pasien yang menjalani isolasi mandiri di hunian tersebut.

Komandan Lapangan Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Letkol Laut drg. Muhammad Arifin mengatakan, jumlah tersebut setara dengan 32,7 persen keterisian Rusun Nagrak.

"24 Juni 2021 pukul 6.00 WIB dilaporkan di sini pasien masuk 251. Keterisiannya 32,7 persen per hari ini," kata Arifin, Kamis (24/6/2021).

Arifin menuturkan, saat ini tempat tidur alias velbed yang tersedia di Rusun Nagrak totalnya 765 unit.

Kini, masih ada 515 velbed lainnya yang tersedia untuk gelombang kedatangan pasien terpapar Covid-19 berikutnya.

Arifin pun menjelaskan kembali bahwa Rusun Nagrak dikhususkan untuk warga terpapar Covid-19 yang termasuk orang tanpa gejala maupun dengan gejala ringan.

Baca juga: Bersama Pangdam Jaya, Anies Baswedan Datangi Rusun Nagrak Tempat Isolasi OTG Covid-19 

Baca juga: 7 Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Jakarta Pusat Masih Kosong, OTG di Rusun Nagrak

Terlebih karena di rusun tersebut tak disediakan fasilitas High Care Unit (HCU) maupun Intensive Care Unit (ICU).

"Pasien yang datang ke sini pasien gejala ringan tanpa komorbid serta orang tanpa gejala. Karena di sini kan tidak ada fasilitas HCU, ICU, sehingga benar-benar yang bisa isolasi mandiri," tambah Arifin.

Hunian di Rusun Nagrak sendiri terdiri dari 14 tower.

Saat ini, tower 1-5 ditetapkan menjadi tempat isolasi pasien Covid-19, meski baru tower 1 yang efektif beroperasi.

Di sisi lain, tower 6-10 Rusun Nagrak masih kosong, sementara tower 11-14 sudah dihuni warga ber-KTP DKI Jakarta.

Seiring ditetapkannya tower 1-5 sebagai tempat isolasi, Satgas Covid-19 telah mengedukasi warga dari tower 11-14 untuk tidak beraktivitas di sana.

Nantinya, pasien-pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri juga dilarang berkunjung ke area tower 6-10 maupun tower 11-14.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved