Viral di Medsos
Wagub DKI Bantah Jenazah Pasien Covid-19 Diangkut Truk, BPKD: Ambulans Sudah Tak Mungkin Lagi
Viral di media sosial sejumlah foto yang memperlihatkan sebuah truk berkelir hijau mengangkut beberapa peti mati.
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Kurniawati Hasjanah
Dalam rapat itu awalnya Edi menjelaskan soal anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) yang saat ini sudah digunakan dan tersisa Rp186 miliar.
Ia menyebut, dana BTT selama ini digunakan untuk berbagai keperluan penanganan Covid-19.
Salah satunya untuk pembelian peti jenazah.
Baca juga: Yuk Coba Konsumsi Jeruk Nipis untuk Hancurkan Lemak, Simak Juga Tips Mengecilkan Perut
"Uang ini tinggal Rp186 miliar dari Rp2,133 triliun. Sudah terpakai buat apa saja? Sudah digunakan untuk beli peti jenazah," ucapnya, Rabu (23/6/2021).
Rinciannya, dana BTT yang diberikan kepada Dinas Pertamanan dan Hutan Kota sebesar Rp13,02 miliar.
Anggaran itu digunakan untuk memberikan insentif kepada pegawai Dinas Pertamanan dan Hutan Kota sebesar pada periode Januari hingga Maret 2021 sebesar Rp5,22 miliar.
Kemudian, Rp7,79 miliar lainnya digunakan untuk membeli perlengkapan APD, peti jenazah, masker, hingga sarung tangan karet.
Lalu Edi bercerita, kemarin dalam satu hari ada 146 jenazah yang dimakamkan menggunakan protokol Covid-19.
Jumlah ini meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan pada gelombang pertama Covid-19 yang terjadi 2020 lalu.

Baca juga: Kasus Covid-19 di DKI Meroket, Wagub Ariza Sebut Jakarta Masuk Zona Merah
"Gelombang satu tertinggi 75 orang dalam satu hari, itu gelombang sati tahun lalu. Tahun ini baru jam 18.00 WIB sudah ada 146 orang," ujarnya.
Hal ini pun membuat petugas ambulans dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta kewalahan.
Untuk menyiasati banyaknya jenazah yang bakal dikubur menggunakan protokol Covid-19, Pemprov DKI akhirnya menggunakan truk untuk mengangkutnya menuju tempat pemakaman.
"Ambulans tidak mungkin lagi, (akhirnya diangkut) dengan truk dengan kapaistas satu truk delapan peti," kata dia.
Diketahui, biaya pembelian peti menyedot dana sampai Rp 4,6 miliar.
Baca juga: Urusan Dimudahkan, Jangan Lupa Baca Surat Yasin di Malam Jumat, Cek Keutamaan Lainnya
Kemudian, anggaran dipakai untuk insentif tenaga pemulasaraan yang mencapai Rp 5,2 miliar, termasuk masker mencapai Rp 3,1 miliar.