Antisipasi Virus Corona di Depok
Depok Pilih Tidak Bangun Rumah Sakit Darurat, Ini Alasannya
Kota Depok memilih langkah tersebut dengan alasan sumber daya manusia (SDM).
Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma
TRIBUNJAKARTA.COM, TAPOS - Pemerintah Kota Depok lebih memilih menambah kapasitas tempat tidur di seluruh rumah sakit rujukan untuk menangani lonjakan drastis pasien Covid-19 yang terjadi sejak sepekan lebih belakangan ini.
Tak seperti daerah lain yang membuka rumah sakit darurat, Kota Depok memilih langkah tersebut dengan alasan sumber daya manusia (SDM).
"Kalau kita buat rumah sakit darurat kan Kita juga harus pikirkan SDM nya, bikin rumah sakit darurat tapi SDM enggak ada kan juga sama juga bohong," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita, usai pelaksanaan vaksinasi massal di Terminal Jatijajar, Tapos, Jumat (25/6/2021).
Baca juga: Covid-19 Terus Meningkat Tajam, Puluhan Tenaga Kesehatan di Depok Ikut Terpapar
Oleh sebab itu, Novarita berujar lebih baik pihaknya memberdayakan kapasitas yang ada di rumah sakit rujukan.
Baca juga: Rumah Sakit Diinstruksikan Dirikan Tenda Besar Tempat Perawatan Pasien Covid-19
"Kita lebih baik memberdayakan kapasitas yang ada di rumah sakit jadi tidak perlu lagi membangun dari awal," ungkapnya.
Meski demikian, Novarita tak menepis bahwa saat ini masih terjadi penumpukan pasien yang menunggu untuk mendapat kamar rawat di sejumlah rumah sakit rujukan.
Baca juga: Beda Kondisi Penyebaran Covid-19 Sekarang & Awal Tahun, Anies: Banyak Gejala Sedang hingga Berat
"Iya begitu (penumpukan pasien). Hampir di seluruh rumah sakit," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-kota-depok-novarita-kamis-28112019.jpg)