Info Kesehatan

Cara Mengatasi Anak Alergi Susu Sapi, Orangtua Harus Perhatikan Hal Ini

Dokter Anak Konsultan Alergi Imunologi, Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr., Sp.A(K), M.Kes menjelaskan, cara mengatasi anak alergi susu sapi.

Freepik
Ilustrasi anak minum susu. Cara Mengatasi Anak Alergi Susu Sapi, Orangtua Harus Perhatikan Hal Ini. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Anak alergi setelah minum susu sapi merupakan suatu hal yang jarang terjadi. Meski demikian, sebagai orang tua harus mewaspadainya.

Dokter Anak Konsultan Alergi Imunologi, Prof. DR. dr. Budi Setiabudiawan, Sp.A(K), M.Kes menjelaskan, penyebab dan cara mengatasi anak alergi susu sapi.

"Kita harus mendeteksi sedini mungkin sehingga mendapatkan penanganan optimal. Kalau kita terlambat mendiagnosa, takutnya muncul dampak yang tak diinginkan yang berhubungan dengan kesehatan," paparnya.

Prof Budi menyebutkan ada tiga gejala yang muncul saat anak mengalami alergi yakni ringan, sedang dan berat.

Alergi juga dapat mengenai tiga organ tubuh seperti pencernaan, pernapasan dan kulit.

Menurut Prof Budi, gejala alergi yang muncul di pencernaan seperti kolik, muntah dan paling banyak adalah diare atau dialami oleh 53 persen anak yang menderita alergi susu sapi.

Adapun pada organ pernapasan, gejala alergi yang muncul seperti batuk-batuk, asma atau rhinitis. Sedangkan pada organ kulit, biasanya muncul ruam, gatal atau eksim.

"Untuk gejala pernapasan perlu dilihat, anak ini batuknya sepanjang hari atau di pagi-malam saja. Kalau ada panas, berarti dia infeksi bukan alergi. Perhatikan bagaimana ingusnya, dia bening atau berlendir. Yang paling penting harus ke dokter, jangan diagnosa sendiri, kalau kita tahu pemicunya kita jadi bisa mengendalikan supaya tumbuh kembangnya optimal," ujar Prof. Budi.

Selain itu, Prof Budi mengingatkan dampak psikologis yang menyerang orang tua. 

Untuk itu, Prof Budi memberikan saran kepada orang tua agar tidak mendiagnosa penyakit anak seorang diri. Disarankan berkonsultasi dengan dokter anak.

"Anak yang mengalami alergi biasanya susah makan. Untuk itu diperlukan penanganan sedini mungkin agar tumbuh kembang tidak terganggu," imbuhnya dalam konferensi pers daring pada Sabtu (26/6). 

Dengan tumbuh kembang normal, anak bisa memiliki kehidupan seperti anak lainnya yang tidak memiliki alergi. Bisa berprestasi dan tetap belajar sesuai usianya.

"Jangan sampai alerginya dibiarkan berlarut-larut," ujarnya.

Baca juga: Lokasi Vaksin Covid-19 di Jakarta Tanpa Syarat KTP Domisili, Cek Juga Tempat Vaksin Sinovac Gratis

Untuk mengatasi alergi pada anak, Prof Budi menyarankan agar buah hati diberikan ASI.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved