Antisipasi Virus Corona di DKI

Permintaan Tabung Oksigen Meningkat di Jakarta, Pedagang: Laku Terjual Hampir 150 Tabung per Hari

Warga rela antre untuk mendapatkan tabung gas oksigen di salah satu depot pengisian oksigen di Jalan Minangkabau, Jakarta Selatan, Senin (28/6/2021).

Tayang:
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Antrean pembeli tabung gas oksigen di depot pengisian oksigen di Jalan Minangkabau, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (28/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - Sejumlah warga mengantre untuk mendapatkan tabung gas Oksigen di salah satu depot pengisian oksigen di Jalan Minangkabau, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (28/6/2021).

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, beberapa warga membeli tabung gas Oksigen di depot tersebut. 

TONTON JUGA

Selain itu, terdapat warga yang sudah memiliki tabung oksigen dan hanya melakukan pengisian ulang.

"Kalau antrean panjang kayak gini baru hari ini sih. Sebelumnya ramai juga, tapi masih terkontrol lah. Ini dari jam 08.00 masih antre," kata Ervan, penanggung jawab depot pengisian oksigen tersebut, saat ditemui di lokasi.

Ervan mengakui permintaan tabung gas Oksigen mengalami peningkatan sejak dua pekan terakhir.

Antrean pembeli tabung gas oksigen di depot pengisian oksigen di Jalan Minangkabau, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (28/6/2021).
Antrean pembeli tabung gas oksigen di depot pengisian oksigen di Jalan Minangkabau, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (28/6/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

"Biasanya kalau tabung kecil 50 sampai 60 tabung per hari. Nah kalau sekarang di atas 100, hampir 150 per hari," ungkap dia.

Hingga pukul 14.00, Ervan menyebut sudah 80 tabung gas oksigen terjual.

Baca juga: Insiden Maut Usai Bercinta dengan Brondong, Sang Janda Kejang-kejang dan Mulut Berbusa

Baca juga: Update dan Cara Cek Ketersediaan Bed di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Jakarta

Baca juga: Tangsel Krisis Oksigen, Penambahan Tempat Tidur Isolasi Covid-19 RSU Serpong Utara Macet

Ia pun tidak menampik telah terjadi kelangkaan tabung gas oksigen.

"Kalau tabung baru sekarang sudah mulai langka, dari distributornya juga sudah kehabisan stok. Kalau untuk oksigennya masih aman," tutur Ervan.

"Cuma untuk atur isi ulangnya jadi dibagi rata, jadi nggak bisa sebanyak kayak biasanya," imbuhnya.

Antrean pembeli tabung gas oksigen di depot pengisian oksigen di Jalan Minangkabau, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (28/6/2021).
Antrean pembeli tabung gas oksigen di depot pengisian oksigen di Jalan Minangkabau, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (28/6/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

Harga Tabung Oksigen di Jaksel Naik Dua Kali Lipat

Harga tabung gas oksigen naik dua hingga tiga kali lipat.

Pedagang tabung gas oksigen di Jalan Minangkabau, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan, Ervan mengungkapkan kenaikan harga itu dipengaruhi permintaan yang tinggi dari masyarakat.

"Kalau harga tabung sudah naik, dari seminggu atau dua minggu lalu naik dua sampai tiga kali lipat," kata Ervan saat ditemui di lokasi, Senin (28/6/2021).

Biasanya, jelas Ervan, harga tabung gas oksigen dijual antara Rp 700 ribu hingga Rp 900 ribu.

"Sekarang sudah tembus Rp 2 juta. Itu yang kecil. Kalau yang besar belum ada stok lagi," ujar dia.

Baca juga: Tenaga Laboratorium Covid-19 Tangerang Ditambah untuk Percepatan Penanganan 1.000 Sampel Per Hari

Ervan mengakui permintaan tabung gas Oksigen mengalami peningkatan sejak dua pekan terakhir.

"Biasanya kalau tabung kecil 50 sampai 60 tabung per hari. Nah kalau sekarang di atas 100, hampir 150 per hari," ungkap dia.

Baca juga: Dirut RSUD Kramat Jati: Banyak Pasien Covid-19 Usia Muda Butuh Tabung Oksigen

Hingga pukul 14.00 WIB, Ervan menyebut sudah 80 tabung gas Oksigen terjual. Ia pun tidak menampik telah terjadi kelangkaan tabung gas oksigen.

Baca juga: Pasien Melonjak, RSUD Kramat Jati Kekurangan Tabung Oksigen dan Tenaga Kesehatan

"Kalau tabung baru sekarang sudah mulai langka, dari distributornya juga sudah kehabisan stok. Kalau untuk oksigennya masih aman," tutur Ervan.

"Cuma untuk atur isi ulangnya jadi dibagi rata, jadi nggak bisa sebanyak kayak biasanya," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved