Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka

Pemkot Depok Putuskan Batal Gelar Belajar Tatap Muka, Metode Daring Dilanjutkan Hingga Oktober 2021

Kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Depok yang direncanakan bakal digelar bulan ini dipastikan batal

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Wali Kota Depok Mohammad Idris, membantah adanya intimidasi yang dialami Sandi. Idris meminta dirimkan bukti bilamana terjadi intimidasi dialami Sandi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Depok yang direncanakan bakal digelar bulan ini dipastikan batal, imbas melonjaknya Covid-19 dan pemberlakukan PPKM Darurat Jawa-Bali.

Melalui keterangan resminya, Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengatakan, pihaknya Bersama seluruh Forkopimda Kota Depok telah menyepakati kegiatan belajar dilakukan secara daring (dalam jaringan).

"Selain melaksanakan kebijakan pengetatan PPKM Darurat yang telah ditetapkan pemerintah, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Depok (Forkopimda) telah menyepakati pelaksanaan pembelajaran tahun ajaran 2021 dilaksanakan secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” ujar Idris, Jumat (2/7/2021).

Lebih lanjut, Idris berujar pembelajaran jarak jauh tahun 2021 akan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, sejak tanggal 18 Juli hingga 18 Oktober mendatang.

"Untuk sementara dalam satu triwulan, dari tanggal 18 Juli 2021 sampai dengan 18 Oktober 2021,” jelasnya.

Baca juga: Daftar Hotline atau Nomor Telepon Gugus Tugas Covid-19 11 Kecamatan dan Puskesmas di Kota Depok

Baca juga: Mal di Depok Dukung Kebijakan PPKM Darurat : Keselamatan dan Kesehatan Merupakan Prioritas

Untuk informasi, pekan ini Kota Depok kembali berstatus zona merah Covid-19, buntut dari penambahan ratusan kasus perharinya sejak dua pekan lebih belakangan ini.

Melansir data dari ccc-19.depok.go.id, jumlah pasien terkonfirmasi positif hingga hari ini sudah mencapai angka 62.864 orang, dengan kasus aktif sebanyak 9.769, pasien sembuh 51.800 orang, dan meninggal dunia 1.115 orang. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved