Antisipasi Virus Corona di DKI
Tiga Penyebab Jakarta Timur Sumbang Kasus Covid-19 Tertinggi Se-DKI
Wakil Wali Kota Jakarta Timur Hendra Hidayat mengatakan tingginya penambahan jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 akibat sejumlah hal
Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Wakil Wali Kota Jakarta Timur Hendra Hidayat mengatakan satu penyebab penambahan jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 itu akibat tingkat kepatuhan protokol kesehatan warga menurun.
"Sebetulnya segala upaya, baik itu sosialisasi, penindakan dan sebagainya itu sudah kami lakukan. Imbauan dari pihak RT/RW, tapi kembali lagi ke kesadaran warga," kata Hendra saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Jumat (4/7/2021).
Namun semua upaya sosialisasi hingga penindakan yang dilakukan belum membuat warga Jakarta Timur mematuhi protokol kesehatan sehingga penularan Covid-19 meluas.
Dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat Jakarta Timur merupakan satu dari 44 Kota di Provinsi Jawa dan Bali yang masuk dalam kriteria level 4.
Artinya ada lebih dari 150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, lebih dari 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan lebih dari 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk.
"Kami berharap kegiatan yang sekarang dilakukan ini, PPKM Darurat itu bisa menekan laju Covid-19. Memang Jakarta Timur sampai saat ini masih paling besar (penambahan kasus), upaya terus kami lakukan," ujarnya.
Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan menuturkan total kasus terkonfirmasi Covid-19 sejak awal pandemi hingga Jumat (2/7/2021) tercatat sebanyak 121.999 kasus.
Kasus aktif Covid-19 atau warga yang masih terkonfirmasi sebanyak 20.729 orang dan kasus meninggal sebanyak 1.657 warga, jumlahnya tersebar di 10 Kecamatan Jakarta Timur.
"Dengan zonasi zona merah (kategori penyebaran Covid-19) sebanyak 7 RT, zona oranye 274 RT, zona kuning 2.478 RT, dan zona hijau 5.181 RT," tutur Erwin.
Berdasar data penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 harian di DKI Jakarta pada Sabtu (3/7/2021), Jakarta Timur berada di nomor urut satu dengan jumlah 2.974 kasus.
Jakarta Selatan dengan 1.798 kasus, Jakarta Barat dengan 1.603 kasus, Jakarta Pusat dengan jumlah 1.216 kasus, Jakarta Utara dengan 801 kasus, Kepulauan Seribu dengan jumlah 15 kasus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/wakil-wali-kota-jakarta-timur-hendra-hidayat-saat-memberi-keterangan-vaksin.jpg)