Breaking News:

Macet Panjang 3 Km di Pekayon, Pekerja Adu Mulut dengan Warga di Jalur Tikus: Motor Serobot Jalur

Kemacetan di permukiman warga Kelurahan Pekayon, Jakarta Timur, jalur tikus menjadi pilihan pekerja meloloskan diri dari pos penyekatan PPKM Darurat.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kemacetan di jalan lingkungan permukiman warga Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur yang jadi jalur tikus pekerja untuk meloloskan diri dari pos penyekatan PPKM Darurat, Rabu (7/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Kemacetan di permukiman warga Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, jalur tikus menjadi pilihan pekerja meloloskan diri dari pos penyekatan PPKM Darurat memburuk.

Bila beberapa hari sebelumnya kemacetan panjang di jalan permukiman warga perbatasan Jakarta Timur dengan Kota Depok hanya terjadi pada pagi jam berangkat dan sore pulang kerja.

TONTON JUGA

Budionon (34), warga setempat mengatakan, pada hari kelima PPKM Darurat ini kemacetan imbas banyaknya pekerja non sektor esensial dan non kritikal terjadi hingga siang hari.

"Pukul 10.00 WIB tadi itu awalnya sudah mulai enggak macet, tapi tiba-tiba pukul 12.30 WIB mulai macet lagi."

"Macetnya sampai tiga kilometer, ini lebih parah dari hari kemarin," kata Budiono di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (7/7/2021).

Kemacetan di jalan lingkungan permukiman warga Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur yang jadi jalur tikus pekerja untuk meloloskan diri dari pos penyekatan PPKM Darurat, Rabu (7/7/2021).
Kemacetan di jalan lingkungan permukiman warga Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur yang jadi jalur tikus pekerja untuk meloloskan diri dari pos penyekatan PPKM Darurat, Rabu (7/7/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Kemacetan tampak sejak Jalan Gandaria, Kelurahan Pekayon hingga ke Jalan Telaga IV, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok yang sejak awal PPKM Darurat jadi jalur tikus bagi pekerja.

Tidak hanya kendaraan roda dua dan empat, pekerja non sektor esensial dan non kritikal warga setempat kini harus berebut lajur dengan puluhan angkot, dan kendaraan angkutan barang.

Baca juga: Tekan Mobilitas Warga, Petugas Gabungan Lakukan Operasi Yustisi Mobile di Pusat Keramaian di Jakarta

"Gimana enggak mau macet, lebar jalan untuk dua mobil pribadi saja sudah enggak muat."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved