Antisipasi Virus Corona di DKI
Awak Bus Sekolah Meninggal Dunia Akibat Terpapar Covid-19
Kedua awak tersebut merupakan anggota jajaran UPAS Dishub DKI Jakarta yang sejak tahun 2020 berjasa mengevakuasi pasien Covid-19 se-DKI Jakarta ke RS
Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Dukacita merundung jajaran Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang sejak awal pandemi Covid-19 melanda ikut terlibat dalam penanganan pandemi.
Kepala UPAS Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Ali Murthado mengatakan dalam satu pekan ini dua awak bus khusus evakuasi pasien terkonfirmasi Covid-19 ke RS rujukan dan tempat isolasi meninggal.
"Satu meninggal karena terkonfirmasi Covid-19 saat menjalani perawatan di RSCM, dan satu lagi meninggal karena serangan jantung di RSUD Pasar Rebo," kata Ali saat dikonfirmasi di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (9/7/2021).
Kedua awak tersebut merupakan anggota jajaran UPAS Dishub DKI Jakarta yang sejak tahun 2020 berjasa mengevakuasi pasien Covid-19 se-DKI Jakarta ke RS rujukan dan tempat isolasi khusus.
Dalam proses evakuasi ini awak bus sekolah sudah mengenakan alat perlindungan diri (APD) level 3 sesuai standar medis guna meminimalkan risiko penularan Covid-19 saat bertugas.
Namun tingginya risiko penularan lewat kontak langsung antara awak dengan pasien membuat mereka tetap terpapar Covid-19 meski sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.
Baca juga: Viral Warga Semper Barat Diintimidasi Tetangga karena Keluar Rumah saat Isoman Covid-19
Baca juga: Penyok Pelaku Pengeroyok Polisi di Cilandak Jadi DPO, Kapolres: Menyerahkan Diri atau Kami Tangkap!
Baca juga: Sebelum Vaksinasi Covid-19 di RSIA SamMarie Basra, Masyarakat Diminta Daftar Via Online
"Sejak awal pandemi Covid-19 tahun 2020 sampai sekarang sudah dua awak bus sekolah yang meninggal karena terkonfirmasi Covid-19. Satu tahun 2020 lalu, satu lagi yang sekarang ini," ujarnya.
Ali menuturkan sejak dilibatkan dalam penanganan pandemi Covid-19 pihaknya sudah berupaya mencegah para awak terpapar, di antaranya dengan memberikan asupan vitamin rutin.
Melakukan proses dekontaminasi atau penyemprotan disinfektan kepada para awak dan bus seusai bertugas melakukan evakuasi pasien terkonfirmasi ke RS rujukan dan tempat isolasi.
"Kantor kita juga rutin kita lakukan dekontaminasi, dalam satu minggu tiga kali kita semprot disinfektan. Tapi memang risiko terpapar ini tetap tinggi karena kontak langsung dengan pasien," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/bus-sekolah-angkut-pasien-covid-1.jpg)