Jadi Program Unggulan Anies, Proyek Pembuatan Jalur Sepeda Tak Kena Pemangkasan Anggaran

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut, proyek pembangunan jalur sepeda tak akan terganggu refocusing anggaran penanganan Covid

Dok Sudin Kominfotik Jaksel
Sejumlah petugas Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan berjaga di jalur sepeda yang berada di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut, proyek pembangunan jalur sepeda tak akan terganggu refocusing anggaran penanganan Covid-19.

Sebab, jalur sepeda merupakan program unggulan yang dicanangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Kami harapkan (proyek jalur sepeda) tidak ada refocusing, karena ini masuk dalam kegiatan strategis daerah," ucapnya, Jumat (9/7/2021).

Target 170 kilometer jalur sepeda hingga akhir tahun 2021 ini pun disebut Syafrin bakal terus diupayakan Dinas Perhubungan.

Walau demikian, anak buah Gubernur Anies Baswedan ini enggan merinci, alokasi anggaran yang disiapkan untuk membuat jalur sepeda itu.

Syafrin pun menyebut, kini pihaknya bakal lebih dulu fokus pada penanganan Covid-19.

"Target terus kami upayakan. Tapi harus kami pahami bersama, di tengah PPKM Darurat kami fokus pada penanganan Covid-19," ujarnya di Balai Kota Jakarta.

Untuk itu, pembangunan jalur sepeda saat ini difokuskan di kawasan penataan stasiun, seperti di Stasiun Tebet, Stasiun Manggarai, Stasiun Gondangdia, dan Stasiun Palmerah.

"Jadi akan ada beberapa penerapan jalur sepeda yang akan terintegrasi dengan jaringan eksisting yang sudah ada di kawasan penataan stasiun," kata Syafrin.

Baca juga: Kadishub DKI: Pelaku Perjalanan Wajib Tunjukan STRP, Termasuk Pengguna KRL

Baca juga: Pengemudi Ojol yang Hendak Masuk Jakarta Wajib Punya STRP

Baca juga: Marco Motta Tak Akan Ikuti Langkah Marc Klok Meski Punya Peluang Hengkang dari Persija Jakarta

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku bakal membatalkan sejumlah proyek pembangunan demi penanganan Covid-19.

Ia menyebut, proyek yang bakal dikorbankan ialah program yang dinilai tidak memiliki urgensi tinggi dan bukan prioritas.

Walau demikian, Anies Baswedan enggan membeberkan program mana saja yang bakal dikorbankan.

"Tentu (ada refocusing), tapi anggaran akan menyesuaikan terus menerus," ucapnya, Kamis (8/7/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved