Antisipasi Virus Corona di Bekasi
Petugas Puskesmas di Bekasi Mulai Kewalahan Menangani Pasien Covid-19 yang Isoman di Rumah
Petugas Binwil Puskesmas lanjut Mulyono hanya satu orang, dia membayangkan betapa kewalahannya saat harus memonitor 90 warga yang terpapar Covid-19
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Sistem jaring sosial yang dibangun di RW 10 Perumahan Duta Kranji kata Mulyono, masing-masing RT mendata seluruh warganya yang menjalani isoman.
Lalu lanjut dia, Ketua RT dan warganya gotong royong menyuplai makanan bagi tetangga mereka yang sedang mejalani isoman.
"Mereka sudah diawasi oleh RT-nya masing-masing, jadi RT-nya memberikan makanan. Hari ini ibu A, ibu B, ibu C. Kebiasaan kita suplai makanan, kalau obat-obatan harus pakai resep," ujarnya.
"Jadi paling kita kasi vitamin aja, seperti Enervon-c, dan lain-lain. Jadi kita bukan bantu sampai kita carikan RS, itu ada satgas Covid-19 yang melakukan," tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengakui, petugas Puskesmas di tingkat wilayah memang terbatas.
Pendirian Posko RT/RW ketika ditemukan klaster penularan difungsikan untuk, memastikan kelancaran koordinasi dari lapisan paling bawah hingga ke Satgas tingkat kota dan rumah sakit.
"Tim kesehatan kita terbatas, dalam satu Puskesmas di kelurahan dan kalau itu tersebar ya tidak terpantau, mangkanya kita bikin Posko di tingkat RW. Nah disana dengan 4 pilar, ada lurah, camat, babinkamtibmas, dan juga binmaspol," terang dia.
Berdasarkan data situs corona.bekasikota.go.id, angka kumulatif Covid-19 di Kota Bekasi hingga Sabtu (10/7/2021) sebanyak 63.768 kasus terkonfirmasi.
Dari jumlah kumulatif itu, sebanyak 57.016 kasus dinyatakan sembuh, 5.928 masih dalam perawatan atau kasus aktif dan 824 kasus Covid-19 meninggal dunia.