Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Petugas Puskesmas di Bekasi Mulai Kewalahan Menangani Pasien Covid-19 yang Isoman di Rumah

Petugas Binwil Puskesmas lanjut Mulyono hanya satu orang, dia membayangkan betapa kewalahannya saat harus memonitor 90 warga yang terpapar Covid-19

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
SHUTTERSTOCK/irem01
Ilustrasi isolasi mandiri di rumah. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Lonjakan kasus Covid-19 khususnya di wilayah Kota Bekasi mulai menimbulkan efek domino, dimulai dengan membeludaknya pasien di rumah sakit hingga angka kasus kematian yang meningkat.

Kebijakan untuk memfilter pasien Covid-19 agar tidak seluruhnya bermuara ke rumah sakit telah dilakukan, diantaranya dengan isolasi mandiri (isoman).

Fenomena isoman pasien Covid-19 marak ditemukan di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Wali Kota Bekasi bahkan menginstruksikan pembuatan posko satgas tingkat RW.

Petugas puskesmas memiliki peran vital dalam kebijakan ini, mereka bertanggung jawab memonitor perkembangan pasien yang tengah menjalani isoman.

Namun dampak dari kebijakan itu mulai terasa lantaran, kasus klaster penularan melonjak drastis dalam satu lingkungan perumahan.

Hal ini membuat petugas di tingkat puskesmas mulai kewalahan, seperti yang terjadi di RW 10 Perumahan Duta Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Ketua RW 10 Mulyono mengatakan, di lingkungan perumahannya terdapat sekitar 90 warga terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani isoman.

"Di atas 90 (kasus), itupun yang tercatat. Ada yang malu-malu nggak lapor," kata Mulyono saat dikonfirmasi.

Posko Satgas Covid-19 tingkat RW sejatinya sudah dia jalankan, tugasnya sebagai ruang koordinasi petugas baik dari puskesmas, RW, kelurahan hingga kecamatan bahkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Namun peran vital dalam memonitoring pasien isoman Covid-19 ada pada petugas puskesmas, menurut Mulyono, beban itu diemban tenaga kesehatan yang bertugas sebagai Binwil (pembina wilayah).

"Ada petugas puskesmas yang rutin mengecek pasien yang sedang isoman, Binwil dari puskesmas," terang Mulyono.

Petugas Binwil Puskesmas lanjut Mulyono hanya satu orang, dia membayangkan betapa kewalahannya saat harus memonitor 90 warga yang terpapar Covid-19 di RW-nya.

"Jadi begini, bisa bayangin nggak yah. Binwil kita cuma satu, layani satu RW yang jumlahnya 700-an orang, yang terpapar 90 orang. Bisa ngebayangin, mungkin gak?" Terang Mulyono.

Baca juga: Per 9 Juli 2021, Sebanyak 2.661 Jenazah Warga Terpapar Covid-19 Dimakamkan di TPU Rorotan

Baca juga: 10.383 Warga Sudah Ikuti Vaksinasi Covid-19 di GOR Ciracas

Baca juga: Pemerintah Kota Bekasi Tambah Anggaran Penanganan Covid-19 Sebesar Rp 200 Miliar

Sedangkan peran pengurus RT/RW dalam hal ini, hanya sebatas pemenuhan logistik warga yang tengah menjalani isoman serta memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) tetap terjaga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved