Virus Corona di Indonesia

6 Cara Memulihkan Indra Penciuman yang Hilang Akibat Covid-19, Sudah Tahu?

Berikut cara memulihkan indra penciuman yang hilang akibat terpapar Covid-19.

Editor: Muji Lestari
freepik
Ilustrasi. Simak cara memulihkan indra penciuman yang hilang akibat Covid-19. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Berikut cara memulihkan indra penciuman yang hilang akibat Covid-19.

Gejala anosmia atau hilangnya indra penciuman dan pengecap sering dirasakan pasien Covid-19.

Pada orang yang tidak terinfeksi virus corona, hilangnya indra pencium dan rasa dapat terjadi masalah sinus dan hidung, gangguan sistem saraf, cedera kepala dan lain sebagainya.

Hilangnya indra penciuman dapat berakibat fatal, seperti tidak bisa mendeteksi kebocoran gas dan penyebab kebakaran, serta membedakan aroma makanan yang basi atau tidak.

Anosmia juga dapat berdampak pada penurunan nafsu makan sehingga mengganggu pemenuhan nutrisi pada tubuh.

Terdapat beberapa cara agar indra penciuman dan pengecap dapat kembali normal.

Berikut ini cara memulihkan kemampuan indra penciuman dan pengecap akibat terpapar Covid-19:

Baca juga: Agar Tak Ikut Tertular, Ketahui Cara Merawat Keluarga yang Positif Covid-19 di Rumah

1. Melatih indra penciuman

Latihan dapat membantu memulihkan kemampuan indra penciuman dan pengecap.

"Latihan itu namanya smell training. Bermanfaat untuk membantu kemampuan indra pulih kembali," ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 RS Universitas Sebelaas Maret (UNS) Surakarta dr Tonang Dwi Ardyanto dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Simak Cara Membuang Sampah Pasien Covid-19 saat Isolasi Mandiri, Jangan Dicampur Limbah Rumah Tangga

Smell training atau latihan penciuman dapat dilakukan dengan mencium benda yang beraroma khas.

Benda yang memiliki aroma khas dapat menjadi objek latihan penciuman seperti Vanila, jeruk, cengkeh, daun mint, mawar, dan kayu putih.

Sementara aroma kopi justru tidak direkomendasikan sebagai objek melatih penciuman.

"Kopi harus dikoreksi, justru tidak boleh. Karena dapat membuat parosmia (gangguan aroma yang tidak semestinya)," ujarnya.

Parosmia yaitu distorsi (kerusakan) pada indra penciuman, contohnya benda yang dicium beraroma berbeda menjadi bau busuk, seperti sampah, karet terbakar dan sebagainya.

Latihan mencium dapat dilakukan mandiri dengan beberapa langkah:

- Letakkan benda beraroma khas dibawah hidung

- Hirup aroma benda tersebut secara dalam selama 15-20 detik

- Ulangi latihan ini 2-3 kali sehari

Latihan penciuman ini dapat dilakukan secara berkelanjutan jangka waktu 3-6 bulan atau hingga kemampuan indra pulih kembali.

Ilustrasi Orang Terserang Flu
Ilustrasi Orang Terserang Flu (Agoramedia)

2. Membersihkan saluran hidung

Selain latihan, cara ini salah satu yang mudah dilakukan untuk mengembalikan indra perasa dan penciuman.

Muncuci hidung dapat menggunakan larutan garam atau cairan saline.

produk untuk mencuci hidung ini juga dijual di apotek.

Fungsi membersihkan hidung dengan mencuci ini adalah untuk membersihkan jika terdapat sumbatan pada hidung yang membuat hilangnya indra perasa atau penciuman.

3. Semprotkan Nasal spray

Sama seperti prosedur mencuci hidung, namun dengan cara menyemprotkan obat steroid dengan jumlah yang sedikit.

Cara ini dapat dilakukan jika memiliki sinusitis atau polip nasal.

Baca juga: Simak Cara Daftar Vaksinasi Covid-19 Gratis Lewat Shopee, Ini Syarat dan Ketentuannya

4. Konsumsi cabai

Cabai mampu meredakan inflamasi dan meningkatkan imunitas tubuh karena terdapat kandungan capsaicin dan vitamin C.

Tentunya dapat membantu tubuh agar lebih cepat memulihkan kondisi tubuh yang terpapar Covid-19.

5. Konsumsi bawang putih

Bawang putih ternyata memiliki efektivitas antivirus dan dapat meningkatkan imunitas tubuh.

Konsumsi bwang putih ini dapat mengembalikan indra perasa yang hilang karena meredakan inflamasi di sekitar jalur napas dan rongga mulut.

Caranya dengan menumbuk bawang putih dan dimasukkan kedalam air. Kemudian dapat diminum rutin setiap hari.

6. Rutin membersihkan gigi dan mulut

Menyikat gigi dan menggunakan obat kumur dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Hal ini penting agar rongga mulut yang terjaga dapat meningkatkan sensitivitas indra perasa.

Cara merawat keluarga yang positif Covid-19 di rumah

1. Kamar tidur

Anggota keluarga yang positif Covid-19 harus ditempatkan di kamar berbeda dengan anggota keluarga lain yang negatif.

Tempatkan di kamar dengan ventilasi alami yang baik, pencahayaan yang baik, dan ada ruang untuk beribadah.

Baca juga: Jangan Salah Kaprah, Begini Cara Melakukan Teknik Proning, Bantu Saturasi Oksigen Pasien Covid-19

Baca juga: Camat Positif Covid-19, Kantor Kecamatan Kebayoran Baru Sempat Tutup: Senin Buka Kembali

Jika memungkinkan, ada ruang terbuka dengan sinar matahari cukup untuk berjemur dan olahraga untuk membantu menghindarkan stres.

Selain itu, obat-obatan dan peralatan medis, seperti oxymeter dan thermometer disimpan di dalam kamar, agar pasien bisa selalu memantau kondisi dirinya.

2. Kamar mandi

Sama seperti kamar tidur, kamar mandi dan tempat cuci tangan juga harus terpisah dengan anggota keluarga lainnya.

Semua peralatan mandi, seperti odol, sabun, dan sisir tidak boleh berbagi dengan anggota keluarga lain, serta harus disimpan di tempat berbeda.

Jika tidak memungkinkan, maka kamar mandi dan tempat cuci tangan harus sering dibersihkan dengan desinfektan, setiap setelah digunakan oleh anggota keluarga yang positif Covid-19.

Anggota keluarga yang positif Covid-19 sebaiknya memakai tissue untuk mengelap tangan setelah mencuci tangan dan segera membuangnya ke tempat sampah.

Sediakan juga hand sanitizer khusus untuk anggota keluarga yang positif Covid-19.

Ilustrasi masker.
Ilustrasi masker. (freepik.com)

3. Sampah

Sampah dimasukkan di dalam plastik terpisah yang diletakkan di dalam kamar anggota keluarga yang positif Covid-19.

Anggota keluarga yang sehat harus memakai masker dobel dan sarung tangan saat mengambilnya.

Segera cuci tangan pakai air dan sabun setelah membuang sampah.

4. Mencuci pakaian

Mencuci pakaian anggota keluarga yang positif Covid-19 juga harus dilakukan secara terpisah dari anggota keluarga lain.

Pakai masker dobel dan sarung tangan karet saat mencuci pakaian.

Sebelum mencucinya, ada baiknya merendam pakaian dengan deterjen lebih dulu.

Cuci tangan pakai sabun dan air selama 20 detik setelah mencuci pakaian.

Baca juga: Simak Cara Dapat Obat Gratis Bagi Pasien Isoman Covid-19, Khusus Wilayah DKI Jakarta

5. Makan

Gunakan alat makan yang berbeda dengan dengan anggota keluarga lainnya, simpan di tempat berbeda, dan cuci dengan air dan sabun cuci piring.

Pakai sarung tangan dan masker dobel saat memberikan makan dan mengambil kembali peralatan makan.

Jika pasien tidak mungkinkan untuk makan sendiri, anggota keluarga yang merawat sebaiknya memakai alat pelindung diri.

Jangan menyentuh wajah saat harus membersihkan peralatan makan anggota keluarga yang positif Covid-19.

Selalu cuci tangan dengan air dan sabun setelah membersihkan peralatan makan.

(TribunJakarta/Muji)

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved