Virus Corona di Indonesia
Ketahui 5 Gejala Ringan Terinfeksi Covid-19, Segera Lakukan Isolasi Mandiri Jika Mengalaminya
Berikut ini sederet gejala ringan terinfeksi Covid-19, Simak ulasannya!
TRIBUNJAKARTA.COM - Berikut ini sederet gejala ringan terinfeksi Covid-19, apa saja?
Gejala ringan tubuh terinfeksi Covid-19 perlu Anda ketahui agar bisa mengantisipasinya.
Kini virus yang dikabarkan sudah bermutasi menjadi beberapa varian itu telah menyebar ke lebih dari 190 negara.
Dilansir Intisari.grid.id dari Guardian, gejala infeksi virus corona paling umum adalah demam, batuk kering, kelelahan dan sesak napas.
Laporan WHO menyebutkan bahwa virus corona menyerang orang dengan gajala ringan hingga berat.
Gejala berat biasanya menyerang orang-orang lanjut usia atau yang memiliki penyakit bawaan (komorbid), seperti penderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, hingga penyakit pernapasan.
Berikut gejala ringan terinfeksi virus corona, ini tanda-tanda ringan infeksi virus corona menurut Good Housekeeping:
Baca juga: CATAT 6 Hal Yang Perlu Dihindari saat Isolasi Mandiri, Pastikan Konsumsi Obat Sesuai Gejala
1. Hilang penciuman
Hilang penciuman atau tak peka terhadap bau dan rasa merupakan salah satu gejala ringan Covid-19.
Hal itu berdasarkan hasil penelitian organisasi kesehatan British Rhinological Society, British Association of Otorhinolaryngology, dan American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery (AAO-HNS).
Baca juga: Simak Cara Membuang Sampah Pasien Covid-19 saat Isolasi Mandiri, Jangan Dicampur Limbah Rumah Tangga
Baca juga: Simak Cara Dapat Obat Gratis Bagi Pasien Isoman Covid-19, Khusus Wilayah DKI Jakarta
Baca juga: Cara Memulihkan Indra Penciuman dan Pengecap yang Hilang Akibat Covid-19
Menurut penelitian itu, hilangnya penciuman dan rasa bisa menunjukkan bahwa seseorang terinfeksi virus corona tanpa gejala (OTG).
Jika seseorang mengalami hal itu, maka sebaiknya melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.
Sejumlah penelitian menyebutkan rata-rata orang yang terkena Covid-19 menderita hilangnya kepekaan terhadap bau dan rasa.
Di Jerman, dua dari tiga penderita Covid-19 mengalami kehilangan penciuman.
Lalu di Korea, 30 persen penderita Covid-19 mengalami hal serupa.
"Virus adalah penyebab umum perubahan kepekaan bau dan rasa karena ada infeksi di saluran pernapasan bagian atas," ujar Rachel Kaye MD, pakar laring dari Rutgers Unoversity.
Ia menjelaskan, virus corona mengakibatkan peradangan dan pembengkakan pada lapisan lapisan rongga hidung.
Juga menyebabkan kerusakan saraf pada reseptor bau.
Akibatnya hidung tersumbat dan kehilangan sensitivitas bau.

2. Rasa lelah
Tubuh yang terkena virus ataupun bakteri akan berusaha melawan penyakit itu.
Hal itu menyebabkan penderitanya mengalami kelelahan.
Sebab, kinerja daya tahan tubuh tersebut membutuhkan banyak energi hingga menyebabkan penderita mengalami rasa lelah.
3. Sakit tenggorokan
Sakit tenggorokan termasuk gejala ringan Covid-19.
Sebab virus ini memang menyerang saluran pernapasan.
Ketika sesorang terinfeksi corona, maka akan terjadi penumpukan lendir di belakang belakang hidung, lalu menetes ke bawah melalui belakang hingga menyebabkan iritasi di tenggorokan.
Batuk yang sering dialami penderita Covid-19 juga bisa menyebabkan radang atau sakit tenggorokan.
4. Demam dan sakit kepala
Demam dan sakit kepala merupakan gejala paling umum yang dierita orang terinfeksi virus Covid-19.
Selain demam dan sakit kepala, nyeri di sekujur tubuh juga kerap terjadi pada penderita virus corona.

5. Diare, mual, dan muntah
Studi dari American Journal of Gastroenterology menyebut bahwa sejumlah pasien Covid-19 mengalami gangguan pencernaan.
Akibatnya penderita mengalami diare disertai mual dan muntah.
Jika Anda mengalami gejala itu segera melapor ke hotline Covid-19, atau lebih baik langsung mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
Cara Merawat Keluarga yang Positif Covid-19 di Rumah
Berikut ini 5 cara merawat keluarga yang positif Covid-19 di rumah:
Baca juga: Simak Cara Membuang Sampah Pasien Covid-19 saat Isolasi Mandiri, Jangan Dicampur Limbah Rumah Tangga
1. Kamar tidur
Anggota keluarga yang positif Covid-19 harus ditempatkan di kamar berbeda dengan anggota keluarga lain yang negatif.
Tempatkan di kamar dengan ventilasi alami yang baik, pencahayaan yang baik, dan ada ruang untuk beribadah.
Baca juga: Jangan Salah Kaprah, Begini Cara Melakukan Teknik Proning, Bantu Saturasi Oksigen Pasien Covid-19
Baca juga: Camat Positif Covid-19, Kantor Kecamatan Kebayoran Baru Sempat Tutup: Senin Buka Kembali
Jika memungkinkan, ada ruang terbuka dengan sinar matahari cukup untuk berjemur dan olahraga untuk membantu menghindarkan stres.
Selain itu, obat-obatan dan peralatan medis, seperti oxymeter dan thermometer disimpan di dalam kamar, agar pasien bisa selalu memantau kondisi dirinya.
2. Kamar mandi
Sama seperti kamar tidur, kamar mandi dan tempat cuci tangan juga harus terpisah dengan anggota keluarga lainnya.
Semua peralatan mandi, seperti odol, sabun, dan sisir tidak boleh berbagi dengan anggota keluarga lain, serta harus disimpan di tempat berbeda.
Jika tidak memungkinkan, maka kamar mandi dan tempat cuci tangan harus sering dibersihkan dengan desinfektan, setiap setelah digunakan oleh anggota keluarga yang positif Covid-19.
Anggota keluarga yang positif Covid-19 sebaiknya memakai tissue untuk mengelap tangan setelah mencuci tangan dan segera membuangnya ke tempat sampah.
Sediakan juga hand sanitizer khusus untuk anggota keluarga yang positif Covid-19.

3. Sampah
Sampah dimasukkan di dalam plastik terpisah yang diletakkan di dalam kamar anggota keluarga yang positif Covid-19.
Anggota keluarga yang sehat harus memakai masker dobel dan sarung tangan saat mengambilnya.
Segera cuci tangan pakai air dan sabun setelah membuang sampah.
4. Mencuci pakaian
Mencuci pakaian anggota keluarga yang positif Covid-19 juga harus dilakukan secara terpisah dari anggota keluarga lain.
Pakai masker dobel dan sarung tangan karet saat mencuci pakaian.
Sebelum mencucinya, ada baiknya merendam pakaian dengan deterjen lebih dulu.
Cuci tangan pakai sabun dan air selama 20 detik setelah mencuci pakaian.
Baca juga: Simak Cara Dapat Obat Gratis Bagi Pasien Isoman Covid-19, Khusus Wilayah DKI Jakarta
5. Makan
Gunakan alat makan yang berbeda dengan dengan anggota keluarga lainnya, simpan di tempat berbeda, dan cuci dengan air dan sabun cuci piring.
Pakai sarung tangan dan masker dobel saat memberikan makan dan mengambil kembali peralatan makan.
Jika pasien tidak mungkinkan untuk makan sendiri, anggota keluarga yang merawat sebaiknya memakai alat pelindung diri.
Jangan menyentuh wajah saat harus membersihkan peralatan makan anggota keluarga yang positif Covid-19.
Selalu cuci tangan dengan air dan sabun setelah membersihkan peralatan makan.
Saat merawat anggota keluarga yang positif Covid-19, anggota keluarga lain harus memahami cara pencegahan penularan infeksi, seperti cara cuci tangan pakai sabun yang baik, etika batuk dan bersin, cara membersikan perabotan rumah hingga cara melakukan disinfeksi di rumah.
Dilansir Kompas.com, hal lain yang perlu diperhatikan, anggota keluarga yang merawat sebaiknya dalam kondisi sehat dan tidak termasuk golongan kelompok berisiko tinggi Covid-19, yaitu lansia, ibu hamil, dan orang yang memiliki penyakit bawaan.
Dokter yang praktik di Primaya Evasari Hospital ini juga mengingatkan, anggota keluarga yang merawat pasien Covid-19 harus melakukan tes swab PCR satu hari setelah kontak erat dan bisa diulang lima hari kemudian.
“Risiko tertular saat merawat anggota keluarga yang positif Covid-19 tentu selalu ada. Namun, ini bisa diminimalisasi dengan penggunaan masker yang benar dan sarung tangan, serta bisa ditambah dengan penggunaan APD ( alat pelindung diri) yang benar,” ujar dr. Hendra.
(TribunJakarta/Muji)