Manfaatkan Akses Sektor Pangan Saat PPKM Darurat, Ini Modus Baru Penyelundupan Benur Jawa-Sumatera
Sindikat penyelundup benur ini memutar otak supaya bisa tetap mengirimkan barang dari Sukabumi menuju ke Pulau Sumatera
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Kasus penyelundupan benih lobster atau benur yang digagalkan Polres Pelabuhan Tanjung Priok pada Minggu (11/7/2021) lalu ternyata menggunakan modus baru.
Di tengah penyekatan-penyekatan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, sindikat penyelundup benur ini memutar otak supaya bisa tetap mengirimkan barang dari Sukabumi menuju ke Pulau Sumatera.
Alhasil, para tersangka tidak langsung menyelundupkan benur lewat jalur laut, melainkan transit sebentar ke Jakarta. Selanjutnya melanjutkan pengiriman lewat jalur darat.
"Jadi dari Pelabuhan Ratu mereka ke Jakarta dulu, kemudian setelah itu baru akan dikirim ke Sumatera lewat jalur darat," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana di kantornya, Selasa (13/7/2021).
Baca juga: 7 Kali Lolos, Sindikat Penyelundupan Benih Lobster di Bandara Soekarno-Hatta Manfaatkan Covid-19
Mereka juga memanfaatkan akses sektor pangan yang selama PPKM Darurat ini diperbolehkan.
Sindikat penyelundup ini sengaja memasukan benur ke styrofoam mengelabui petugas.
Dengan begitu, 11 boks styrofoam yang mereka bawa dalam mobil pick up seolah-olah berisi ikan atau salah satu komoditas utama dalam sektor pangan.
"Para tersangka terindikasi memanfaatkan beberapa akses di sektor esensial seperti akses ke Pelabuhan Muara Angke," kata Kholis.
Baca juga: Manfaatkan Akses Sektor Pangan Saat PPKM Darurat, Ini Modus Baru Penyelundupan Benur Jawa-Sumatera
"Dalam hal ini sektor esensial bidang pangan, ikan. Itu mereka gunakan untuk menutupi upaya penyelundupan yang akan mereka lakukan ke Pulau Sumatera," tambah dia.
Terungkapnya modus baru ini diketahui setelah polisi berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, terutama Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).
Hasil penyelidikan, diduga sindikat penyelundup ini sengaja memanfaatkan situasi PPKM Darurat.
"Modus baru yang kita duga ada kaitannya dengan upaya-upaya pengetatan yang telah dilakukan oleh kawan-kawan KKP, PSDKP, maupun yang saat ini sedang berlaku yaitu masa PPKM darurat," kata Kholis.
Baca juga: Gagalkan Penyelundupan Benur dari Jawa ke Sumatera, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Bekuk 3 Tersangka
Kepala Pangkalan PSDKP Jakarta Sumono Darwinto kemudian menambahkan, sindikat yang diungkap Polres Pelabuhan Tanjung Priok ini memang lain dari pelaku-pelaku penyelundup benur yang telah ditangkap sebelumnya.
Menurut Sumono, biasanya para penyelundup benur yang kebanyakan dari Sukabumi maupun Banten akan langsung mengirim barang ke Lampung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/barang-bukti-boks-stirofoam-berisi-benih-lobster-yang-diamankan-polres-pelabuhan-tanjung-priok.jpg)