Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Pemprov DKI Jakarta Cairkan Bantuan Sosial Tunai Tahap 5 dan 6 Hari Ini

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sosial melakukan pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) Tahap 5 dan 6 hari ini

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Erik Sinaga
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi pencairan dana BST Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sosial melakukan pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) Tahap 5 dan 6 hari ini 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sosial melakukan pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) Tahap 5 dan 6 hari ini, Senin (19/7/20021).

Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Premi Lasari mengatakan Bantuan Langsung Tunai disalurkan kepada masyarakat pada periode bulan Mei dan Juni sebesar Rp 600 ribu.

Penyaluran ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak pandemi Covid-19, terutama saat menjalani Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat ini.

Baca juga: DPRD DKI Ingatkan Anies Baswedan Mempercepat Penyaluran BST ke Warga: Masyarakat Sangat Membutuhkan

"BST tahap 5 dan 6 pada bulan Mei dan Juni 2021, diberikan dengan nilai Rp 300 ribu setiap bulannya. Sehingga total yang diberikan sekaligus dua bulan berjumlah Rp 600 ribu untuk tiap penerima," kata Premi dalam keterangannya, Senin (19/7/2021).

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, sebanyak 1.007.379 keluarga tercatat sebagai penerima BST dalam penyaluran tahap 5 dan 6 ini.

Namun menurut Premi, saat ini Dinas Sosial masih melakukan pemadanan sejumlah data penerima BST DKI Jakarta dengan data penerima BST Kementerian Sosial RI.

Baca juga: Pemerintah Bakal Salurkan BST Jika PPKM Darurat Diperpanjang 6 Minggu, DPR: Kita Harus All Out

Sehingga, sementara ini penyaluran bantuan baru disalurkan kepada 907.616 KPM (Keluarga Penerima Manfaat)

"Jika pemadanan data sudah selesai, selebihnya akan dicairkan minggu depan," ujarnya.

Proses pemadanan data, Premi menjelaskan dilakukan agar tidak terdapat data ganda pada penerima BST.

Nantinya, jika memang ditemukan data yang sama dengan daftar penerima bantuan dari Kemensos RI, maka penerima tersebut tidak akan menerima bantuan dari Pemprov DKI.

Baca juga: Seharusnya Hari Ini Pemprov DKI Salurkan BST PPKM Darurat Rp 600 Ribu, Tapi…

"Proses pemadanan ini memerlukan waktu, sehingga kami mohon masyarakat bisa bersabar. Jika memang terdapat duplikasi dengan data penerima BST Kemensos RI, penerima bantuan tersebut akan secara otomatis tereliminasi," jelas Premi.

Adapun penyaluran BST tersebut dilakukan kepada masyarakat yang berada di lima wilayah Kota Administrasi Jakarta dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Diantaranya Jakarta Pusat sebanyak 50.526 KPM, Jakarta Utara sebanyak 181.367 KPM, Jakarta Selatan sebanyak 142.029 KPM, Jakarta Timur sebanyak 457.250 KPM, Jakarta Barat sebanyak 73.948 KPM dan Kepulauan Seribu sebanyak 2.496 KPM.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved