Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Dishub DKI: Penumpang Angkutan Umum Turun 53 Persen Selama PPKM Darurat

Jumlah penumpang angkutan umum di ibu kota menurun drastis selama masa PPKM Darurat.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Ilustrasi penumpang KRL Jumlah penumpang angkutan umum di ibu kota menurun drastis selama masa PPKM Darurat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut, jumlah penumpang angkutan umum di ibu kota menurun drastis selama masa PPKM Darurat.

Sebagai informasi, PPKM Darurat sudah diterapkan sejak 3 Juli lalu dan hari ini merupakan hari terakhir penerapannya.

“Untuk angkutan perkotaan, seperti MRT, LRT, Transjakarta, dan KRL itu turun sebesar 53,95 persen jumlah penumpangnya,” ucapnya, Selasa (20/7/2021).

Selama masa PPKM Darurat, seluruh penumpang angkutan memang diwajibkan memiliki Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP).

Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Penumpang KRL Wajib Pakai Masker Berlapis dan Tunjukkan STRP

Dengan demikian, masyarakat yang boleh mengakses transportasi publik hanya pekerja yang bekerja di sektor esensial dan kritikal.

“Artinya telah terjadi penurunan mobilitas warga dari sisi penggunaan angkutan umum yang signifikan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Kemudian, penumpang angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) di empat terminal, yaitu Terminal Pulo Gebang, Kampung Rambutan, Tanjung Priok, dan Kalideres juga mengalami penurunan cukup signifikan.

Baca juga: Warga Kota Bekasi Penerima BST PPKM Darurat Rp600 Ribu Sebanyak 167.971 Keluarga

“Jumlah penumpang AKAP turun signifikan jadi 65,05 persen, ini turunnya cukup drastis,” kata Syafrin.

Bahkan, Syafrin menyebut, beberapa terminal tidak jadi memberangkatkan penumpang lantaran tidak adanya warga mau ke luar kota.

Untuk itu, Syafrin menilai, pelaksanaan PPKM Darurat yang bakal berakhir hari ini berjalan baik dan sukses menurunkan mobilitas masyarakat.

Baca juga: Puluhan Tempat Usaha dan Restoran di Jakpus Langgar Prokes Selama PPKM Darurat, 35 Dicabut Izinnya

“Kami harapkan dengan peran serta aktif masyarakat ini mau melakukan penundaan aktivitasnya sehinga tidak terjadi mobilitas, sehingga tidak terjadi penambahan kasus positf Covid-19,” tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved