Persija Jakarta
Ismed Sofyan Pernah Merasakan Pahitnya Gagal Juara Hingga Indahnya Meraih Trofi Bersama Persija
Rangkaian catatan positif pada 2018, diakui Ismed Sofyan, menjadi salah satu momen terbaiknya bersama Macan Kemayoran
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sejak bergabung pada 2002, Ismed Sofyan telah melalui berbagai momen bersama Persija Jakarta. Pesepak bola 41 tahun itu menjadi bagian tim kala meraih trofi Liga 1 2018 dan Piala Presiden di tahun sama.
Rangkaian catatan positif pada 2018, diakui Ismed Sofyan, menjadi salah satu momen terbaiknya bersama Macan Kemayoran. Pasalnya, tim telah menunjukkan performa baik sejak awal hingga akhirnya juara di akhir kompetisi.
“Dari awal kompetisi kami sudah di papan atas, kalau tidak di peringkat kedua, ya, peringkat ketiga,” kata Ismed Sofyan seperti dikutip dari laman resmi klub, Selasa (20/7/2021).
Dari total 34 pertandingan, Persija kala itu mencatat 18 kemenangan, delapan hasil imbang, dan delapan kekalahan. Dalam lima pertandingan terakhir, Ismed Sofyan Cs bahkan tidak pernah kehilangan poin.
“Saat itu, kondisi tim sangat solid. Kebersamaan antar pemain sangat terasa, tidak pernah berjarak,” ungkap Ismed.
Momen tiga tahun lalu itu bukan satu-satunya yang berkesan bagi Ismed.
Kenangan manis lain adalah pada 2005, saat Persija mencapai final Divisi Utama dan partai puncak Piala Indonesia. Namun Dalam dua kompetisi itu, Persija gagal meraih trofi.
Dalam final Divisi Utama, Persija kalah lewat perpanjangan waktu dari Persipura Jayapura dengan skor 2-3. Sementara di final Piala Indonesia, Persija takluk 3-4 dari Arema Malang, lagi-lagi lewat babak perpanjangan waktu.
“Sebenarnya itu musim yang pahit karena kami punya kans juara di dua kompetisi yang finalnya dimainkan di Jakarta. Namun sayang gagal juara,” terang Ismed.
Lantas, kenapa Ismed memasukkan musim itu menjadi salah satu momen terbaiknya bersama tim ibu kota?
“Suasana tim saat itu sangat nyaman, baik di dalam maupun di luar lapangan,” pungkas Ismed .
“Meski gagal, setelah itu kami belajar dan semakin kompak sebagai sebuah tim.”
Baca juga: Beruntungnya Rohit Chand saat Dipertemukan Sosok Ini, Pria yang Bikin Kariernya Cemerlang di Persija
Ismed jago assist
Pertandingan antara Persija Jakarta dengan Persitara Jakarta Utara pada pekan pertama Indonesia Super League (ISL) 2008/2009 tak dapat dilupakan oleh Ismed Sofyan.
Pasalnya, Ismed Sofyan membukukan dua assist dalam pertandingan tersebut, masing-masing untuk gol Greg dan Abanda. Keduanya berasal dari tendangan bebas di sisi kanan pertahanan Persitara.
Tiga gol kemenangan Macan Kemayoran dicetak Greg Nwokolo (menit ke-2), Aliyudin (14), dan Abanda Herman (73).
Perihal dua assist tersebut, Ismed masih mengingatnya dengan jelas. Menurutnya, ia sengaja melepas bola ke tiang jauh, alih-alih menyasar Bambang Pamungkas yang berdiri di tiang dekat –seperti saat gol pertama.
“Insting saya saat itu melihat ada celah di tiang jauh sehingga melepas bola ke sana,” kata Ismed seperti dikutip dari laman resmi klub, Rabu (14/7/2021).
Insting itu sendiri, terang Ismed, muncul akibat latihan set-piece yang kerap dilakukan kala latihan.
“Pemain lawan melakukan penjagaan man-to-man ketat sehingga saya terbiasa menargetkan siapa yang berpeluang lebih besar mencetak gol,” ungkapnya.
Persija kala itu dikomando pelatih kawakan Danurwindo. Meski tidak mampu membawa Persija sebagai juara, Ismed menilai Danurwindo telah melakukan upaya terbaik untuk memimpin tim.
Musababnya, Persija kala itu hampir selalu menjadi tim musafir karena jarang berlaga di ibu kota.
“Saat itu, Persija bisa dikatakan tidak mudah mendapatkan izin bermain di Jakarta atas beragam pertimbangan, tapi beliau tidak mempermasalahkan,” pungkas Ismed.
“Beliau berfokus kepada tim, terus memotivasi kami agar situasi tersebut tidak mengganggu mental.”
Baca juga: Rohit Chand Tak Menyangka Bisa Lakoni 122 Pertandingan Bersama Persija Jakarta
Rekor Ismed di Persija Jakarta
Bambang Pamungkas atau Bepe dan Ismed Sofyan merupakan dua sosok legendaris Persija Jakarta.
Kedua pemain itu sangat erat berkaitan dengan nama besar Macan Kemayoran.
Dikutip dari laman resmi klub, Senin (12/10/2020), keduanya bahkan sudah lebih dari 1 dekade membela Persija Jakarta.
Namun saat ini Bambang Pamungkas sudah memutuskan pensiun dan menjadi manajer tim Macan Kemayoran.
Sementara Ismed masih menjadi andalan Persija di sektor bek sayap.
Menariknya pemain asal Aceh ini adalah pemegang salah satu rekor fantastis di usianya yang saat ini sudah tidak lagi muda.
Golnya pada leg kedua Piala Indonesia saat melawan Borneo FC pada 6 Juli 2019 membuat ia menjadi pemegang rekor pemain tertua yang mencetak gol bagi Persija.
Saat itu, usia pemilik nomor punggung 14 ini mengunjak umur 39 tahun dan 312 hari.
Ismed saat itu mencetak gol di menit ke-33 sebelum akhirnya Borneo FC berhasil menyamakan kedudukan menjadi pada menit ke-58.
Hasil imbang 1-1 antara Borneo FC melawan Persija Jakarta di leg kedua cukup mengantarkan pasukan Macan Kemayoran lolos ke partai final Piala Indonesia 2019. (Persija.id/TribunJakarta.com)