Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Mulai Hari Ini, Rekayasa Operasi KRL Jabodetabek Diberlakukan

KAI Commuter melakukan rekayasa operasi untuk kereta rel listrik (KRL) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (abodetabek) mulai hari ini

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Wahyu Septiana
Tribunnews/Irwan Rismawan
Sejumlah penumpang mengantre untuk menaiki KRL di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat - KAI Commuter melakukan rekayasa operasi untuk kereta rel listrik (KRL) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (abodetabek) mulai hari ini 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pihak KAI Commuter melakukan rekayasa operasi untuk Kereta Rel Listrik (KRL) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (jabodetabek) mulai hari ini atau Kamis (22/7/2021). 

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, mengatakan rekayasa operasi KRL ini guna mengoptimalkan frekuensi perjalanan sesuai tren jumlah penumpang.

"Dengan rekayasa pola rekayasa operasi ini, mulai hari ini KAI Commuter mengoperasikan 851 perjalanan KRL setiap hari kerja dengan jam operasional pukul 04.00 - 21.00 WIB," kata Anne, kepada Wartawan, Kamis (22/7/2021).

Artinya, kata Anne, jumlah tersebut bertambah 12 perjalanan dibanding sebelumnya. 

Khusus Sabtu, Minggu, dan hari libur KAI Commuter menjalankan 778 perjalanan perjalanan KRL dengan jam operasional juga pukul 04.00-21.00 WIB.

Khusus layanan di Stasiun-stasiun wilayah Kabupaten Lebak (Stasiun Rangkasbitung, Citeras, Maja) mulai hari ini dan seterusnya kembali beroperasi dengan pembatasan.

VP Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia Anne Purba di Stasiun Jatinegara, Jumat (12/4/2019).
VP Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia Anne Purba di Stasiun Jatinegara, Jumat (12/4/2019). (KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D)

"Pada pukul 04.00-07.30 WIB dan pukul 16.15-19.15 WIB. Hal ini sesuai surat dari Bupati Lebak nomor 440/2632-GT/2021 tanggal 20 Juli 2021," jelas Anne.

Anne melanjutkan, kini KRL masih melayani masyarakat yang bergerak di sektor esensial dan kritikal serta mereka yang memiliki kebutuhan mendesak. 

Pada satu pekan terakhir, kata Anne, penumpang KRL merupakan pekerja di sektor esensial dan kritikal.

Baca juga: Kartu Prakerja Gelombang 18 Bakal Segera Dibuka, Simak Solusi NIK Tidak Valid Saat Daftar Prakerja

Baca juga: Jambret Tas Lalu Tabrak Lapak Pedagang Nasi Goreng, 2 Pria Ini Babak Belur Dihajar Warga

Anne menjelaskan, hal tersebut dapat diprediksi dari jumlah pengguna KRL yang berjumlah 130 ribu di hari kerja. 

Sementara pada akhir pekan dan hari libur, lanjutnya, jumlah penumpang tidak pernah mencapai 100 ribu. 

"Bahkan pada hari Iduladha kemarin (20/7/2021) volume penumpang KRL mencatatkan rekor terendah, 39.284 orang," tutup Anne. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved