Antisipasi Virus Corona di DKI

Tak Perlu Tes Ulang Usai Jalani Isolasi 2 Pekan, Pemprov DKI: Pasien Covid-19 Bisa Beraktivitas

Pemprov DKI Jakarta menyebut, pasien Covid-19 yang sudah menjalani isolasi selama dua pekan tak perlu lagi melakukan tes Covid-19.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFEDA
Pemprov DKI Jakarta menyebut, pasien Covid-19 yang sudah menjalani isolasi selama dua pekan tak perlu lagi melakukan tes Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta menyebut, pasien Covid-19 yang sudah menjalani isolasi selama dua pekan tak perlu lagi melakukan tes Covid-19.

Informasi ini disampaikan Pemprov DKI lewat instagram resminya (@dkijakarta).

TONTON JUGA

Dalam unggahannya itu, Pemprov DKI bilang, pasien Covid-19 bisa langsung beraktivitas seperti biasa bila tak lagi menunjukan gejala setelah menjalani isolasi.

"Kalau sudah dinyatakan sembuh dan selesai isolasi mandiri, tidak perlu melakukan tes swab PCR berkala bila tidak ada indikasi terinfeksi lagi (reinfeksi)," tulis akun instagram Pemprov DKI dikutip TribunJakarta.com, Kamis (22/7/2021).

Dalam informasi grafik yang disajikan, pasien dinyatakan sembuh di hari ke-10, bila tiga hari terakhir sudah tidak menunjukan gejala.

Polsek Pasar Minggu memberikan pelayanan rapid test antigen dan swab PCR secara gratis kepada masyarakat di RW 01 Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (29/12/2020).
Polsek Pasar Minggu memberikan pelayanan rapid test antigen dan swab PCR secara gratis kepada masyarakat di RW 01 Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (29/12/2020). (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

"Artinya, jika gejala sudah hilang di hari ke-6, pasien tersebut dapat dinyatakan sembuh setelah hari ke-10," ucapnya.

Namun, bila sampai hari ke-12 gejala masih dirasakan, pasien tersebut harus menambah masa isolasi selama tiga hari.

Baca juga: 1 Orang Terkena Luka Bacok, Polisi Masih Kejar 4 Pelaku Tawuran di Pasar Manggis Jaksel

Baca juga: Ribuan Pelajar Antusias Ikut Suntik Vaksin Covid-19 di Sentra Vaksinasi NasDem Peduli

Bila sudah tak bergejala dan menyelesaikan masa isolasi, pasien tak perlu lagi melakukan tes Covid-19.

Pasalnya, tes PCR masih bisa mendeteksi virus, meski virus itu sudah mati dan tidak dapat menularkan.

"Hasil tes PCR dapat tetap positif hingga 8 minggu, bahkan ketika pasien sudah tidak dapat menularkan virus setelah 10 hari sejak timbulnya gejala," tuturnya.

Baca juga: Warga Menteng Tutup Usia Saat Isolasi Mandiri di Rumah, Polisi: Tak Ada Luka di Tubuh Korban

Pasien evakuasi bus turun

Seminggu terakhir, evakuasi pasien Covid-19 ke Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet menggunakan bus sekolah alami penurunan.

Setelah kasus Covid-19 alami lonjakan, pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali.

Hasilnya, hal ini berpengaruh pada penurunan jumlah pasien covid yang dievakuasi menggunakan bus sekolah.

TONTON JUGA

Kepala Unit Pengelola Angkutan Sekolah DKI Jakarta, Ali Murtado mengatakan penurunan evakuasi menggunakan bus sekolah telah terlihat dalam seminggu terakhir.

"Mungkin berpengaruh, karena memang seminggu terakhir sudah alami penurunan. Dari grafik data juga sudah menurun sekali," katanya kepada TribunJakarta.com, Kamis (22/7/2021).

Bila sebelumnya jumlah titik penjemputan hampir menyentuh 40 titik.

Sejak seminggu terakhir sudah dibawah 20 titik dengan jumlah pasien dibawah 150 orang.

Baca juga: Temuan Cacing Hati, Pemeriksaan Postmortem Hewan Kurban di Jakarta Timur Berlangsung Hingga 23 Juli

Baca juga: Kemenko Maritim dan Investasi Ungkap 4 Faktor Pertimbangan Putus Relaksasi atau Pengetatan PPKM

Atas hal ini, pihaknya bisa sedikit bernapas lega lantaran personelnya juga sudah banyak yang berjatuhan atau terpapar.

"Alhamdulillah bisa tarik napas sedikit, karena saat giat evakuasi tinggi anggota saya banyak yang terpapar."

"Harapannya tentu sama dengan kebanyakan orang, agar corona cepat berlalu dan Jakarta segera pulih agar bisa bangkit."

"Tentunya diiringi dengan kepatuhan pada prokes yanf baik serta doa yang tidak boleh berhenti," tandasnya.

TONTON JUGA

Pasien sembuh naik 

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi M Epid mengatakan kasus konfirmasi positif dan kasus sembuh Covid-19 dalam beberapa hari terakhir menunjukkan tren yang baik.

Hal tersebut, lanjut dia, seiring dengan perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan serta perbaikan pada laporan kematian yang sebelumnya tidak dilaporkan.

Kasus konfirmasi harian hari ini pada tanggal 21 Juli pukul 15.00, kata dia, berjumlah sebanyak 33.373 kasus konfirmasi positif.

TONTON JUGA

Sementara itu kasus sembuh sebanyak 32.867.

Sedangkan angka kematian akibat Covid-19 sebesar 383 kematian.

Hal tersebut disampaikannya dalam Siaran Pers PPKM di kanal YouTube FMB9ID_IKP pada Rabu (21/7/2021).

Baca juga: Kemenko Maritim dan Investasi Ungkap 4 Faktor Pertimbangan Putus Relaksasi atau Pengetatan PPKM

Baca juga: Temuan Cacing Hati, Pemeriksaan Postmortem Hewan Kurban di Jakarta Timur Berlangsung Hingga 23 Juli

"Kasus konfirmasi positif dan kasus sembuh menunjukkan tren yang baik dalam beberapa hari terakhir ini," kata Nadia.

Untuk itu ia berharap tren tersebut terus berlanjut seiring diberlakukannya PPKM Level 4.

"Semoga tren ini terus berlanjut seiring dengan diberlakukannya PPKM level 4," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved