Antisipasi Virus Corona di DKI
Penambahan Kasus dan Kematian Pasien Covid-19 di Jakarta Timur Selama PPKM Masih Tinggi
Pada tanggal 25 Juli 2021 penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 harian di Jakarta Timur tercatat sebanyak 1.516 kasus
Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Satgas Covid-19 Jakarta Timur mengakui penambahan kasus terkonfirmasi dan tingkat kematian pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri selama PPKM Darurat dan Level 4 masih tinggi.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan mengatakan, berdasar hasil evaluasi penambahan kasus terkonfirmasi dan tingkat kematian pasien isolasi mandiri di rumah belum menurun signifikan.
"Jakarta Timur ada penurunan ya, tapi penurunan itu masih tinggi. Artinya jumlah setelah turun, persentasenya masih di atas 30 persen," kata Erwin di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (26/7/2021).
Pada tanggal 25 Juli 2021 penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 harian di Jakarta Timur tercatat sebanyak 1.516 kasus atau merupakan jumlah paling tinggi se-DKI Jakarta.
Sementara LaporCovid-19.org mencatat dari total 1.214 warga DKI yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri di rumah 403 merupakan warga Jakarta Timur, jumlahnya paling tinggi se-DKI.
Baca juga: Rahmat Effendi Beberkan Faktor Kota Bekasi Ditetapkan Sebagai Daerah PPKM Level 4
Baca juga: Pesanan Peti Jenazah Covid-19 di Jakarta Timur Menurun dalam Dua Pekan Terakhir
Baca juga: Pemkot Tangerang Uji Coba Mekanisme Baru Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 Untuk Remaja
"Terkait dengan kebijakan perpanjangan (PPKM Level 4) ini ada kaitan dengan ke sana juga. Kami dari TNI-Polri selalu mendukung dan memaksimalkan kegiatan meningkatkan kesehatan masyarakat," ujarnya.
Meski begitu, Erwin menampik bila PPKM Darurat dan Level 4 tidak efektif menekan penularan kasus Covid-19 di Jakarta Timur yang merupakan kota paling luas dan padat penduduk se-DKI Jakarta.
Dia mencontohkan penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 yang terkait dengan kepatuhan protokol kesehatan warga dan tingkat kematian terkait ketersediaan ruang rawat inap di RS.
"Permasalahan kematian itu terkait erat dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga 5M, kemudian ketersediaan RS. Ketersediaan tenaga kesehatan dan sebagainya, termasuk vaksinasi massal," tuturnya.