Bansos PKL Untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat Kecil Saat PPKM

Dengan bantuan tersebut, kata Menko Airlangga, dapat membantu PKL untuk tetap bertahan di tengah berlanjutnya PPKM level 4 hingga 2 Agustus mendatang.

Editor: Muhammad Zulfikar
Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah menyiapkan insentif bantuan sosial sebesar Rp 1,2 juta untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) dan warteg yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

“Pemerintah juga memberikan bantuan untuk warung dan PKL dengan skema sama dengan BPUM, yaitu untuk satu juta penerima dengan bantuan Rp1,2 juta dan ini akan dibagi-bagikan melalui TNI dan Polri, sehingga ini diharapkan bisa memberikan bantuan ke masyarakat secara tunai, terutama di wilayah-wilayah yang di Level 4,” ujar Menko Airlangga.

Dengan bantuan tersebut, kata Menko Airlangga, dapat membantu PKL untuk tetap bertahan di tengah berlanjutnya PPKM level 4 hingga 2 Agustus mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet mengatakan, bansos yang disalurkan pemerintah mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat yang berada di kelas menengah ke bawah.

“Bantuan ini dapat menjaga daya beli kelompok masyarakat menengah bawah. Karena dengan perpanjangan PPKM Level 4 ini, masyarakat diharuskan membatasi kegiatan termasuk aktivitas ekonomi. Ini bagus untuk mendukung masyarakat bertahan termasuk pelaku usaha kecil seperti PKL, warteg dan sebagainya,” ujarnya.

Namun demikian, kata Yusuf, penyaluran bansos tersebut tidak dapat mendorong konsumsi yang lebih tinggi di masa penerapan PPKM. “Bantuan ini setidaknya dapat menahan agar daya beli masyarakat tidak jatuh terlalu dalam. Sehingga diharapkan pemerintah dapat mempercepat penyaluran bantuan ini agar recovery ekonomi kita setelah PPKM tidak lagi diperketat tidak akan memakan waktu lebih lama,” pungkasnya.

Baca juga: Perpanjangan PPKM Level 4: Cek Daftar Bansos, Jadwal Hingga Besaran yang Diterima Warga

Baca juga: BLT Subsidi Gaji Cair Agustus 2021, Pekerja di Enam Wilayah Dapat Bantuan Langsung Tunai Rp 1 Juta

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang menyambut baik keputusan pemerintah untuk memberikan sejumlah insentif khususnya bagi pelaku usaha mikro kecil (UKM), termasuk bantuan kepada warung, PKL hingga warteg.

“Saya rasa ini waktu yang tepat, karena para pelaku UKM sudah terhimpit dengan pemberlakuan PPKM 3 minggu kemarin. Dan bantuan modal 1,2 juta yang telah disiapkan pemerintah ini menjadi angin segar,” ujarnya.

Menurut Sarman, berbagai bentuk bantuan yang digelontorkan pemerintah menunjukkan negara hadir di tengah para pengusaha meski ditengah krisis. “Artinya ini kita apresiasi dengan bantuan-bantuan yang diberikan secara bertahap. Karena masih ada beberapa sektor yang belum mendapatkan stimulu. Tetapi pelonggaran PPKM Level 4 ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk mendistribusikan bantuan Rp1,2 juta yang disiapkan untuk mendukung UKM agar tetap bertahan,” jelasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved