Virus Corona di Indonesia

Waspadai Gejala Long Covid, Bisakah Penyintas Sembuh Total? Ini Penjelasan Dokter

"Semua gejala tersebut dapat bersifat kambuhan. Seseorang yang sudah terkena acute covid diharapkan untuk dilakukan monitoring kesehatan."

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Wahyu Septiana
Shutterstock via Kompas
Waspadai Gejala Long Covid, Bisakah Penyintas Sembuh Total? Ini Penjelasan Dokter 

TRIBUNJAKARTA.COM -  Masih banyak orang awam khususnya para penyintas COVID-19 yang belum mengetahui apa itu kondisi long covid dan bagaimana saja gejalanya, untuk itu kita perlu mengetahuinya lebih lanjut 

Bagi beberapa orang yang sudah mengalami Covid-19, meski sudah menjalani isolasi mandiri dan dinyatakan sembuh, masih ada saja yang mengalami gejala dan membuat tubuh tak nyaman ya.

Jika masih mengalami gejala meski sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19, bisa jadi kamu mengalami long covid.

 “Masa recovery dari masing-masing penyintas Covid-19 berbeda-beda. Untuk gejala ringan waktu 2 minggu sudah cukup."

"Tetapi untuk gejala berat membutuhkan waktu 6 minggu," ujar Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Akademik UGM Yogyakarta,  dr Siswanto, Sp.P dilansir dari laman RSA UGM Yogyakarta pada Minggu (1/8). 

Ilustrasi virus corona
Ilustrasi virus corona (Shutterstock via Kompas)

dr Siswanto menilai, gejala long covid pun bisa terjadi pada penyintas COVID-19 gejala ringan.

Gejala umumnya seperti batuk, demam subfebril, dan demam.

"Semua gejala tersebut dapat bersifat kambuhan. Seseorang yang sudah terkena acute covid diharapkan untuk dilakukan monitoring kesehatan," terang dr Siswanto. 

Baca juga: Data Corona Minggu 1 Agustus: Kasus Aktif 535.135, Sembuh Bertambah 39.446

Adapun dokter umum dari RS Panti Waluyo, Surakarta, dr Adi Purnomo memaparkan, long covid bisa terjadi karena ketika kondisi tubuh mengalami Covid-19 itu sebenarnya tidak hanya saluran napas saja yang bermasalah.

Tapi seluruh tubuh itu mengalami gangguan.

"Jadi ada penyumbatan-penyumbatan atau kerusakan kecil-kecil yang ada dalam organ lain, bisa jadi seperti organ pencernaan, bisa terjadi di otot, di tulang. Nah jadi itulah kondisi pada pasien yang masih merasakan ada batuk, napasnya pendek-pendek, kelelahan, nyeri otot," aku dr Adi dikutip dari Parapuan (grup KG Media).

Menurut dr Adi, semua terjadi karena sel-sel dan jaringan tubuhnya itu terdampak karena selama infeksi Covid-19 itu terjadi peradangan.

Baca juga: Waspada Pasien Covid-19, Kenali Tanda dan Gejala Alami Long Covid

"Nah untuk saat ini, dirasakan oleh siapa saja, bahkan anak 12 tahun yang terkena Covid pun itu bisa merasakan yang namanya long covid," kata dr Adi.

Selain itu, dr. Adi juga mengungkap bahwa pasien yang sudah sembuh dan mengalami long covid, lebih sering dirasakan mereka yang memiliki usia 70 tahun ke atas.

"Dan juga lebih dialami oleh orang-orang yang punya komorbid di pembuluh darah seperti hipertensi, diabetes,"  imbuh dr Adi. 

dr Adi menyatakan, kondisi tubuh saat dalam long covid ini sebenarnya sudah sembuh dari Covid-19, akan tetapi masih timbul beberapa gejala dari peradangan karena infeksi Covid-19.

Baca juga: Ketahui Cara Isolasi Mandiri di Rumah, Ini Tandanya Pasien Isoman Dinyatakan Sembuh

"Nah untuk orang-orang yang seperti mengalami long covid itu tenang aja, selama sudah dinyatakan sembuh, maksudnya sudah dirawat dan dinyatakan sembuh, itu memang kondisi tubuhnya sedang dalam proses pemulihan saja, jadi berangsur-angsur akan kembali sendiri," kata dr Adi.

Mengetahui hal tersebut, maka dr Adi menyarankan mereka yang mengalami long covid menjalankan aktivitas ringan hingga moderat.

Cara Mengatasi Long Covid

Gejala long covid dapat memengaruhi tubuh dengan cara yang berbeda-beda, tidak ada satu pengobatan khusus yang dapat membantu memulihkannya.

Meski begitu, long covid bisa diminimalisir dengan cara cukup beristirahat, mengenali efek samping dari gejala long covid, serta mencari pengobatan simtomatik.

Penyintas yang mengalami long covid juga dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan klinis dan pemindaian pada saat pemulihan untuk mengelola gejala dengan lebih baik dalam jangka panjang.

Sebuah penelitian baru tampaknya menunjukkan bahwa rehabilitasi mungkin bermanfaat, terutama untuk penyintas Covid-19 dengan kerusakan paru-paru yang serius.

Selain itu, olahraga ringan dan peningkatan aktivitas secara bertahap juga dapat membantu memulihkan long covid.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved