Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangerang

Puluhan Warga Binaan Terpapar Covid-19, Lapas Klas IIA Tangerang Lockdown

Kasie Pembinaan Lapas Klas IIA Tangerang Herti Hartati mengakui sempat ada 65 WBP di lapas yang ia kelola terkonfirmasi Positif Covid-19.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Lapas Klas IIA Tangerang yang lockdown lantaran 65 warga binaan pemasyarakatan (WBP) terkonfirmasi positif Covid-19, Selasa (3/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Tangerang melakukan lockdown sampai waktu yang tidak ditentukan.

Hal tersebut dikarenakan puluhan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di sana terkonfirmasi positif Covid-19.

Kasie Pembinaan Lapas Klas IIA Tangerang Herti Hartati mengakui sempat ada 65 WBP di lapas yang ia kelola terkonfirmasi Positif Covid-19.

"Kita sedang melaksanakan lockdown. Sudah satu bulan kita lockdown, karena ada beberapa warga binaan yang terpapar. Untuk saat ini sisa 10, semoga tidak bertambah ya. Sebelumnya sampai mencapai 65 orang," jelas Herti di kantornya, Selasa (3/8/2021).

Untungnya, lanjut dia, sejak temuan tersebut Lapas langsung dilakukan lockdown tidak boleh ada aktivitas keluar masuk dari sipir atau pun keluarga.

Menurut Herti, pihaknya membatasi kunjungan keluarga yang ingin membesuk tahanan di Lapas Klas IIA Tangerang.

Baca juga: IKAPPI: Vaksinasi Untuk Pedagang Pasar Masih Minim

Baca juga: Janjikan Cairkan Uang Rp 2 Triliun, Heriyanti Anak Akidi Tio Mendadak Sesak Nafas, Dokter Disiagakan

Baca juga: Targetkan Dulang 180 Emas PON Papua, DKI Waspadai Jawa Barat dan Jawa Timur

"Selama sebulan lockdown ini tidak ada kunjungan. Karena memang membatasi hilir mudik orang luar dan bawaannya, jadi yang boleh dititipkan hanya vitamin, obat-obatan yang dikhususkan menambah daya tahan tubuh," papar Herti.

Selama lockdown, ia mengaku tidak ada WBP yang meninggal karena Covid-19.

Sebab, kebanyakan dari mereka berstatus orang tanpa gejala (OTG) dan menjalani perawatan di dalam Lapas didampingi tenaga medis.

"Jangan sampai ada yang meninggal. Mungkin tingkat virusnya tidak tinggi dan tidak ada penyakit penyertanya," tutup Herti.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved