Antisipasi Virus Corona di DKI

Cara Dapat Layanan Transportasi Gratis untuk Pendonor Plasma Konvalesen

Cara dapat layanan transportasi gratis untuk pendonor plasma konvalesen, tak perlu susah untuk pergi ke PMI.

Editor: Kurniawati Hasjanah
Shutterstock via Kompas
Cara Dapat Layanan Transportasi Gratis untuk Pendonor Plasma Konvalesen 

TRIBUNJAKARTA.COM - Grab Indonesia menyalurkan 10.000 layanan transportasi kepada Palang Merah Indonesia (PMI) untuk memudahkan akses para pendonor plasma konvalesen.

Country Managing Director of Grab Indonesia Neneng Goenadi berharap bantuan yang diberikan bisa mengurangi beban masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah di tengah kondisi pandemi yang terus berlanjut.

"Kami bermitra dengan PMI dan akan menyalurkan 10.000 layanan transportasi untuk masyarakat yang menjadi donor plasma," terang Neneng di konferensi pers virtual, Kamis (5/8/2021).

Adapun Wakil Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Ginandjar Kartasasmita mengapresiasi kemudahan yang ditawarkan Grab.

Varian baru virus corona yang ditemukan di Inggris memiliki mutasi pada bagian receptor-binding domain, yang digunakan virus untuk menginfeksi sel tubuh manusia.
Varian baru virus corona yang ditemukan di Inggris memiliki mutasi pada bagian receptor-binding domain, yang digunakan virus untuk menginfeksi sel tubuh manusia. (GETTY IMAGES via BBC INDONESIA)

Pasalnya, dari sekitar 3,5 juta orang yang telah terpapar, 2,9 juta diantaranya dinyatakan sembuh dan dapat menjadi penyintas plasma konvalesen.

Meski demikian, dari 2,9 juta tersebut, hanya 20 persen yang bisa diharapkan menjadi pendonor setelah melalui proses skrining atau sekitar 580.000 orang.

Ginandjar memaparkan, jumlah tersebut masih cukup banyak dan butuh layanan transportasi yang memadai.

Baca juga: Simak Prosedur Isolasi Mandiri, Berikut Tanda-tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman

"Salah satu masalah yang dihadapi sekarang ini adalah bahwa untuk datang ke PMI kadang tidak semua penyintas itu mempunyai kesempatan dan kemampuan. Maka Grab telah mempermudah ini apalagi dengan era digital sekarang," aku Ginandjar.

Ginandjar berharap, kemudahan akses lewat aplikasi yang ditawarkan Grab dapat membuat calon pendonor tidak ragu ataupun bingung melakukan perjalanan sehingga jumlahnya terus bertambah.

"Saat ini baru terdapat hampir 72.000 kantong [plasma konvalesen] di seluruh Indonesia dan itupun masih belum memadai. Sekarang ini saja sudah ada lebih dari 3.000 lebih orang yang menunggu untuk memperoleh plasma tapi yang ada pada kami cuma 100," ujar Ginandjar.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti soal penyelesaian pandemi harus dilakukan bersama-sama.

Baca juga: Apa Itu Terapi Plasma Konvalesen? Simak Berikut Pengertian hingga Syarat Jadi Pendonor

Sebab menurutnya pandemi Covid-19 terlalu besar untuk diselesaikan sendiri.

"Semangat kerja sama ini bahwa pandemi terlampau besar bisa diselesaikan sendiri, hanya bisa diselesaikan bersama-sama," kata Budi.

Lantas bagaimana cara mendapatkan layanan gratis untuk pendonor plasma konvalesen?

Berikut caranya:

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved