Breaking News:

Jumlah Penumpang Bus AKAP di Terminal Pulo Gebang Menurun Drastis Sejak Penerapan PPKM Darurat

Jumlah penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Terpadu Pulo Gebang, menurun drastis sejak pemberlakuan PPKM Darurat

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Suasana di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Kamis (5/8/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Jumlah penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Terpadu Pulo Gebang, menurun drastis sejak pemberlakuan PPKM Darurat, Juli 2021 lalu.

Komandan Regu Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang Bonari mengatakan, dalam kondisi normal biasanya jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Terpadu Pulo Gebang bisa mencapai 800 hingga 1.200 orang per hari. Hal ini sangat berbanding jauh dengan saat ini.

"Pada kondisi normal, jumlah keberangkatan bus ada 200 unit. Sementara penumpangnya, bisa 800 sampai 1200 (orang) pada kondisi normal. Saat PPKM Darurat, itu keberangkatan hampir setiap hari kosong," kata Bonari, Kamis (5/8/2021).

Berdasarkan data laporan operasional bus dan penumpang AKAP Unit Pengelola Terminal Terpadu Pulo Gebang, tercatat hanya ada 3.230 penumpang yang berangkat pada periode bulan Juli 2021.

Itupun, sebagian besar terjadi pada periode tanggal 1 hingga 15 Juli 2021.

Sementara sejak tanggal 16 Juli 2021, mulai terlihat berkurangnya jumlah penumpang secara drastis.

Tercatat, hanya ada 1 penumpang yang berangkat dari Terminal Terpadu Pulo Gebang pada tanggal 17 Juli 2021, dan 5 penumpang berangkat pada tanggal 21 Juli 2021.

Baca juga: Soal Dugaan Pungli Bansos Rp10 Ribu di Jakarta Pusat, Irwandi: Cuma Patungan Ongkos Bawa Barang

Baca juga: Pemkot Bekasi Siapkan 49 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca untuk Pegawai Industri dan UMKM

Baca juga: PPKM Level 4 Diperpanjang, Bus AKAP Masih Terparkir di Terminal Pulo Gebang

Sementara untuk tanggal 16, 18,19, dan 20 Juli, sama sekali tak ada penumpang yang berangkat.

Kosongnya jumlah keberangkatan ini, juga terjadi sejak periode 22 Juli sampai tanggal 4 Agustus 2021 kemarin.

Adapun sebanyak 8 penumpang ditolak untuk melakukan perjalanan di Terminal Terpadu Pulo Gebang pada periode bulan Juli 2021 lantaran tak bisa menunjukan kelengkapan dokumen syarat perjalanannya.

"Sebetulnya, para penumpang sudah tau persyaratan keluar Jakarta itu sangat ketat, dan rata-rata kenapa penumpang dari Terminal Terpadu Pulo Gebang kosong khusus untuk keberangkatan, karena persyaratan administrasi mereka tidak lengkap. Terutama dari bukti vaksin maupun maupun swabnya," kata Bonari.

Meski begitu, kedatangan bus ke Terminal Terpadu Pulo Gebang masih ada sampai saat ini.

Merujuk pada data, kedatangan terbanyak sejak periode 22 juli 2021 hingga 4 Agustus kemarin, terjadi pada tanggal 4 agustus 2021 dengan total 113 penumpang tiba di Terminal Terpadu Pulo Gebang.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved