Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Satgas Belum Temukan Varian Covid-19 Delta Plus di Jakarta Timur

Satgas Covid-19 Jakarta Timur belum menemukan adanya varian Delta Plus yang disebut lebih cepat menular dibanding variasi Delta di wilayahnya

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Satgas Covid-19 Jakarta Timur belum menemukan adanya varian Delta Plus yang disebut lebih cepat menular dibanding variasi Delta di wilayahnya.

Kasudin Kesehatan Jakarta Timur, Indra Setiawan mengatakan berdasar informasi dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan DKI hingga kini tidak ditemukan varian Delta Plus.

"Kita disampaikan memang ada penularan varian Delta. Tapi enggak sampai plus sih, baru varian Delta. Belum terinformasikan," kata Indra di Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (5/8/2021).

Satgas Covid-19 Jakarta Timur mengacu pada informasi disampaikan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan DKI karena pemeriksaan varian Delta beda dengan swab PCR biasa.

Pemeriksaan swab PCR biasa di laboratorium rujukan milik pemerintah hingga swasta dilakukan guna menentukan seseorang pasien terkonfirmasi Covid-19 atau tidak.

Sementara untuk menentukan varian baru perlu pemeriksaan lebih lanjut menggunakan metode whole genome sequencing (WGS) dan hingga kini hanya bisa dilakukan segelintir labolatorium saja.

Melalui pemeriksaan uji laboratorium menggunakan metode WGS ini baru bisa ditentukan varian Covid-19 apa yang menjangkiti seorang pasien, apakah Alfa, Beta, Gama, atau Delta.

Baca juga: Polres Tangerang Gelar Vaksin Merdeka Setiap Hari, Serentak Dilaksanakan di 24 Titik

Baca juga: Persija Jakarta Rayakan Hari Bahagia Kapten Macan Kemayoran Saat Juarai Liga Indonesia 2001

"Itu kan pemeriksaannya (menentukan varian baru Covid-19) bukan PCR ya, pemeriksaan WGS. Kita enggak dapat secara nama dan alamat pasien (hanya diinfokan ada kasus atau tidak)," ujarnya.

Indra menuturkan berdasar informasi disampaikan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan DKI memang ditemukan kasus warga Jakarta Timur terkonfirmasi Covid-19 akibat varian Delta.

Varian yang pertama ditemukan di India ini jadi sebab lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DKI Jakarta dalam beberapa waktu terakhir, pun dalam penanganannya tetap sama dengan varian lain.

"Sesuai dengan yang ada di berita-berita memang saat ini yang membuat sempat menjadi lonjakan itu kan varian delta, jadi cukup banyak, sepertinya tersebar di 10 Kecamatan," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved