Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi: Mal Dibuka Untuk Orang Berbelanja, Bukan Entertainment

Kata Menteri Perdagangan, uji coba pembukaan mal hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin berbelanja.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunawan Sadikin mengunjungi mal Kota Kasablanka, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (10/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Menteri Perdagangan (Mendag) RI Muhammad Lutfi mengatakan, uji coba pembukaan mal hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin berbelanja.

Hal ini dikatakan Lutfi saat meninjau uji pembukaan Mal Kota Kasablanka, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (10/8/2021).

"Pada tahap permulaan ini, kita hanya menerima orang-orang yang ingin berbelanja di mal, bukan untuk entertainment," kata Lutfi di lokasi.

Lebih lanjut, Lutfi menuturkan bahwa restoran yang ada di mal diperbolehkan buka dengan catatan tidak melayani makan di tempat atau dine in.

Baca juga: Jumlah Penumpang di Terminal Kampung Rambutan Menurun 60 Persen Selama PPKM

"Kalau pun dibuka restoran, hanya boleh untuk take away (dibawa pulang)," ujar dia.

Sementara itu, anak-anak di bawah usia 12 tahun dilarang masuk ke mal. Peraturan serupa juga berlaku untuk orang di atas usia 70 tahun.

Baca juga: Hari Pertama Mal di Jakarta Buka, Mendag & Menkes Tinjau Protokol Kesehatan di Mal Kota Kasablanka

Pantauan TribunJakarta.com, warga yang ingin masuk ke mal Kota Kasablanka harus melakukan scan barcode melalui aplikasi Peduli Lindungi.

Menurut Lutfi, pembukaan kembali mal merupakan bagian dari upaya mendongkrak perekonomian nasional, khususnya di DKI Jakarta.

Baca juga: Mal Grand Indonesia kembali Buka Hari Ini, Semua Orang Masuk Harus Punya Aplikasi PeduliLindungi

"Karena kita ketahui bahwa dari hasil pertumbuhan ekonomi kemarin, 5,93 persen dari konsumsi rumah tangga. Ini sangat penting karena konsumsi rumah tangga lebih dari 57 persen daripada perekonomian Indonesia," ujar dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved