Human Interest Story

Kisah Duka Relawan Oksigen, Terima Kabar Sedih Saat Antar Tabung ke Rumah Pasien

Relawan pencari oksigen, Parbohadi bercerita saat dirinya menerima kabar duka saat bertugas. Simak kisah dirinya saat dihubungi keluarga pasien Covid.

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Yogi Jakarta
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFEDA
Ilustrasi: Relawan pencari oksigen, Parbohadi bercerita saat dirinya menerima kabar duka saat bertugas. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Relawan pencari oksigen, Parbohadi bercerita saat dirinya menerima kabar duka saat bertugas.

Parbohadi pernah mengantarkan tabung oksigen ke rumah pasien Covid-19 yang membutuhkan.

Namun Parbohadi mendapat telepon dari keluarga pasien saat dalam perjalanan menuju rumah pasien tersebut.

Ternyata pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen telah meninggal dunia.

"Pernah antre lama, lalu oksigennya sudah penuh dan langsung saya antarkan, tapi karena rumahnya jauh, saya ditelepon saat di jalan, pasiennya sudah meninggal," ucapnya.

Baca juga: Kisah Relawan Bangun Jembatan di Pedalaman, Sering Terenyuh Dengar Kesedihan Ibu yang Anaknya Hanyut

Kisah Parbohadi

Parbohadi, relawan pencari oksigen di Ponorogo, Jawa Timur, bersiap mencari oksigen untuk membantu orang yang membutuhkan.
Parbohadi, relawan pencari oksigen di Ponorogo, Jawa Timur, bersiap mencari oksigen untuk membantu orang yang membutuhkan. (TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN CANDRA ARIF SAKTI)

Parbohadi merupakan warga Jalan Jayakatwang, Kelurahan Surodikraman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Dikutip TribunJakarta.com dari TribunLampung, Parbohadi rela berkeliling dari satu tempat pengisian ulang ke tempat lain untuk mengisi tabung oksigen miliknya guna membantu teman hingga tetangga yang membutuhkan.

Ia bercerita keinginannya mencari oksigen untuk membantu pasien Covid-19 berawal dari keluhan teman satu kantornya.

Baca juga: Pemotor yang Serempet Relawan Vaksinasi Hingga Tewas Kabur, Keluarga Harap Pelaku Akui Kesalahan

Teman tersebut terpapar Covid-19 namun kesulitan mencari oksigen.

"Kemudian mendengar suara dari masyarakat, oksigen semakin langka," ucap Parbohadi, Senin (9/8/2021).

Untuk mendapatkan oksigen, Parbohadi membangun relasi dengan tempat pengisian ulang oksigen.

"Kalau saya sendiri, hanya punya satu tabung oksigen kecil. Lalu, kami cari tabung lain yang nganggur. Milik tetangga atau tukang las yang tutup, akhirnya tabung oksigennya kami pinjam," tuturnya.

Parbohadi mempersilakan keluarga pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen mengambil tabung ke rumahnya.

Baca juga: Bakal Diperiksa Lagi Hari Ini, Heriyanti Akidi Tio Sesak Nafas, Suami Keluar Rumah Cari Oksigen

Syaratnya, keluarga pasien Covid-19 itu harus membawa tabung oksigen lain yang masih kosong.

Sehingga, jika sewaktu-waktu ada stok oksigen di tempat pengisian ulang, Parbohadi bisa langsung ikut mengantre untuk mengisinya.

"Sulit juga kalau sekarang harus menunggu lama dan indent sampai pernah beberapa hari baru dapat," katanya.

Baca juga: Polda Metro Jaya Bongkar Kasus Pemalsuan Tabung Oksigen, Pelaku Modifikasi Apar Berisi CO2

Parbohadi Unggah di Medsos

Tabung oksigen khususnya milik Parbohadi tidak pernah menganggur.

Begitu terisi oksigen, Parbohadi akan mengunggahnya di media sosial.

Termasuk melalui status aplikasi percakapan WhatsApp.

Tak sampai 15 menit, biasanya ada banyak warga yang menghubungi Parbohadi untuk meminta tabung oksigen tersebut.

"Kami tanya satu per satu, apakah urgent atau tidak. Kalau tidak urgent, kami berikan ke yang lain. Tapi rata-rata pasti urgent, ya kami percaya saja," kata Parbohadi.

Baca juga: Pemalsu Tabung Oksigen yang Dimodifikasi Adalah Sarjana Akuntansi, Bekerja di Pengisian APAR

Begitu stok oksigen sudah kosong, Parbohadi kembali memperbarui statusnya di WhatsApp.

Dengan begitu, keluarga pasien Covid-19 bisa tahu bahwa dirinya sedang tak memiliki stok oksigen.

Berikutnya, tutur Parbohadi, para relawan lain dan tempat pengisian ulang biasanya akan menghubungi jika stok oksigen di tempat mereka sudah ada dan tiba.

Baca juga: Kasus Tabung Oksigen Palsu Dijualbelikan ke Warga, Polisi Masih Dalami Kasus Penimbun Alat Kesehatan

"Harapan kami agar pasien bisa tertolong dan bisa kembali beraktivitas normal setelah sembuh dari Covid-19," katanya.

Harga Isi Ulang Oksigen Medis Turun

Suasana gerai pengisian ulang tabung oksigen di Arima Gas Oxygen Jakarta Pusat, pada Minggu (8/8/2021), siang.
Suasana gerai pengisian ulang tabung oksigen di Arima Gas Oxygen Jakarta Pusat, pada Minggu (8/8/2021), siang. (Wartakotalive.com)

Harga isi ulang oksigen medis turun seiring menurunnya jumlah pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta.

Deden, pegawai tempat usaha isi ulang oksigen, Arima Gas Oxygen mengakui adanya penurunan permintaan tersebut.

Arima Gas Oxygen yang terletak di Jalan Pramuka, Senen, Jakarta Pusat, telah menurunkan harga isi ulang pada tiap-tiap ukuran tabung.

“Awal Juli kita jual Rp 40.000 untik ukuran tabung 1 meter kubik. Sekarang kita jual Rp 25.000. Untuk isi ulang ukuran tabung 6 meter kubik, pada awal Juli kita jual Rp 130.000, sekarang hanya Rp 65.000. Selisih dua kali lipat,” kata Deden, Minggu (8/8/2021).

Baca juga: 65 Kilogram Ganja Termasuk Narkoba Milik Si Pengendap Tabung Oksigen di Tangerang Dimusnahkan

Selain penurunan harga, Deden mengatakan dampak kasus Covid-19 yang terus meyusut di wilayah DKI Jakarta juga berpengaruh pada penurunan jumlah permintaan.

Sebelumnya, Arima Gas Oxygen bisa menghabiskan 25 tabung oksigen ukuran 7 meter kubik hanya dalam waktu dua jam.

Namun, belakangan ini Arima Gas Oxyen hanya bisa menghabiskan 10 tabung oksigen ukuran 7 meter kubik setiap harinya.

Sebab permintaan yang menurun, jam operasional Arima Gas Oxygen kembali pada jadwal semula.

“Untuk jam operasional kita kembali normal. Buka Pukul 08.00 WIB dan tutup pukul 20.00 WIB dan menghabiskan 10 tabung sehari,” jelas Deden.

Stok oksigen di Arima Gas Axygen saat ini terbilang aman. Untuk ukuran tabung 7 meter kubik saja, gerai ini memiliki 50 tabung.

Deden pun mengaku, walau jumlah permintaan menurun, para pembeli yang datang masih cukup banyak namun tidak menimbulkan antrean panjang.

“Kalau awal-awal Juli paling parah. Sampai ngantre panjang. Selang dua minggu kemudian sudah mulai menurun,” ucap Deden.

Baca juga: Kapolda Metro Jaya Murka Ada Oknum Pedagang Jual Tabung Oksigen dengan Harga Fantastis 

Deden pun menyebut, komsumen yang meminta isi ulang tabung oksigen ukuran 1 meter kubik sudah jarang.

Saat ini, para konsumen lebih banyak menggunakan tabung ukuran 6 meter kubik.

“Ukuran 1 meter kubik karena dia portable, bisa dibawa kemana-mana. Kalau untuk pemakaiannya, mungkin agak lebih cepat. Jadi rata-rata sekarang yang isi ulang itu ukuran 6 meter kubik yang bisa tahan selama dua hari. Kalau 1 meter kubik itu kan cukup cepat habis,” ujar Deden.

Hal yang sama juga dirasakan gerai Budhi Gas yang juga berada di kawasan Jalan Pramuka, Senen, Jakarta Pusat. Salah satu pegawai di gerai Budhi Gas, mengaku permintaan isi ulang oksigen mengalami penurunan. “Sudah sepi, tidak seramai dulu. Paling sehari datang beberapa orang saja,” ujarnya Minggu (8/8).

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Permintaan Isi Ulang Oksigen Mulai Sepi, Pemilik Usaha Turunkan Harga Hingga Dua Kali Lipat dan  di TribunLampung.co.id dengan judul Kisah Relawan Pencari Oksigen di Jawa Timur, Ditelepon di Jalan, Pasien Sudah Meninggal,

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved