Ingin Nonton 10 Film Jerman dengan Subtitle Bahasa Indonesia? Begini Caranya

Arthouse Cinema 2021 menayangkan sepuluh film Jerman karya enam sutradara generasi Sinema Baru Jerman

freepik.com
Ingin Nonton 10 Film Jerman dengan Subtitle Bahasa Indonesia? Begini Caranya 

TRIBUNJAKARTA.COM -  Arthouse Cinema 2021 menayangkan sepuluh film Jerman karya enam sutradara generasi Sinema Baru Jerman (New German Cinema).

Sinema Baru Jerman merupakan gerakan sekaligus semangat untuk menyegarkan cara bercerita pada tahun 1960an-1980an.

Gerakan ini berangkat dari ketidakpuasan sekelompok sutradara muda atas arah perkembangan aspek artistik dan sosial politik perfilman Jerman pada periode itu.

Semua film dilengkapi teks terjemahan bahasa Indonesia dan dapat ditonton secara daring oleh penggemar film di Indonesia lewat platform baru Goethe-Institut: Goethe-On-Demand.

Ilustrasi
Ilustrasi (freepik.com)

Sejak tahun 2012, Goethe-Institut Indonesien memutar beragam film cerita dan dokumenter dari Jerman dan Indonesia dalam rangka program Arthouse Cinema, yang rutin berlangsung di GoetheHaus Jakarta.

"Akibat situasi pandemi saat ini, kami mengalihkan Arthouse Cinema ke video on demand. Kami berharap lebih banyak penggemar film di luar Jakarta akan dapat mengakses film Jerman melalui platform ini,” kata Dr. Ingo Schöningh, Kepala Bagian Program Budaya Goethe-Institut Indonesien pada Jumat (13/8).

Baca juga: Spoiler dan Link Nonton Anime One Piece 983: Akazaya dan Ribuan Samurai Menyusup Lalu Berpisah

Program tahun ini menyajikan film-film cerita yang diseleksi oleh kurator tamu untuk Arthouse Cinema 2020-2021 Anggraeni Widhiasih (kurator, penulis, seniman, dan anggota aktif Forum Lenteng).

Film-film yang diseleksi untuk program ini merupakan karya para pembuat film yang turut memelopori kelahiran Gerakan Sinema Baru Jerman pada periode setelah tahun 1960an sampai dekade sebelum reunifikasi Jerman.

Ini merupakan periode dalam sejarah Jerman yang terkait erat dengan situasi seusai Perang Dunia II.

Dalam catatan kuratorialnya, Anggraeni menyatakan pada masa itu, terdapat peristiwa-peristiwa di masa lalu yang tak banyak dibicarakan langsung oleh orang Jerman sendiri.

"Persoalan tentang sistem, integrasi/disintegrasi akibat oposisi ideologi, serta alienasi yang terwariskan pada tubuh masyarakat pun hadir sebagai jalan untuk menelusuri kembali jejak-jejak kesejarahan yang hidup dalam sistem," jelas Anggraeni.

Baca juga: Sambut HUT ke-76 RI, Cerita Rossa Nyanyikan Ulang Zamrud Khatulistiwa Bareng Dipha Barus

Berikut daftar filmnya:

• Abschied von gestern (1966) dan Der starke Ferdinand (1976) karya Alexander Kluge

• Auch Zwerge haben klein angefangen (1970) dan Stroszek (1977) karya Werner Herzog

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved