Panti Jompo di Setu Tangsel Kebakaran, Opa-opa Digendong Pengurus Selamatkan Diri

Panti jompo Yayasan Bunda Bakti yang berlokasi di Jalan Puri Serpong 2, Tangsel, mengalami kebakaran pada Sabtu (14/8/2021) siang. 

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAH TOHIR
Panti Jompo Yayasan Bunda Bakti, Setu Tangsel, terbakar, Sabtu (14/8/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir 

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Panti jompo Yayasan Bunda Bakti yang berlokasi di Jalan Puri Serpong 2, RT 2 RW 1, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mengalami kebakaran pada Sabtu (14/8/2021) siang. 

Satu rumah berukuran sekira 7x10 meter yang disebut unit opa, berisi 10 tempat tidur, ludes dilalap sijago merah.

Ketua Harian Yayasan Bunda Bakti, Anyusiata Wula, mengatakan, asap muncul sekira pukul 10.30 WIB.

Salah satu pengurus panti yang pertama melihatnya.

"Jadi kami lagi kerja bakti di kamar sana, dari tukang cuci dekat sana lihat asap lalu datang ke sini beri tahu kami ada kebakaran," ujar Anyusiata di lokasi.

Panti Jompo Yayasan Bunda Bakti, Setu Tangsel, terbakar, Sabtu (14/8/2021).
Panti Jompo Yayasan Bunda Bakti, Setu Tangsel, terbakar, Sabtu (14/8/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAH TOHIR)

Saat itu panti geger, para pengurus langsung berusaha menyelamatkan 10 lansia laki-laki atau sesuai penyebutan panti, opa, penghuni unit itu.

"Selamatkan opa-opa semua kumpul, kita pada panik semua. Api sudah langsung membesar, kami tidak," ujarnya.

Baca juga: Kantor Perusahaan Percetakan di Sunter Ludes Terbakar, 16 Mobil Pemadam Kebakaran Diterjunkan

Anyusiata mengatakan, para opa penghuni panti rata-rata berusia 70 tahun ke atas, dan sudah pikun.

Karena itu, tidak bisa hanya berteriak meminta mereka menyelamatkan diri, melainkan harus digendong keluar satu per satu.

"Ada 10 opa-opa, selamat semua, opa-opa kita gendong. Mau kita panggil mereka nggak ngerti ada yang nggak dengar, ada yang susah jalan," kata Anyusiata.

Hanya fokus menyelamatkan opa-opa, para pengurus panti tidak sempat menyelamatkan barang-barang.

Ilustrasi kebakaran
Ilustrasi kebakaran (Shutterstock)

Kasur, lemari, pakaian dan barang-barang keperluan opa habis ludes tak tersisa.

Bahkan atap ikut ambruk lantaran kayu penyangganya hangus jadi arang.

"Barang-barang opa, selimut handuk, kasur, baju, seprei semua habis, kami bersyukur opa-opa tidak ada korban," ujarnya.

Petugas pemadam kebakaran yang datang tak lama setelah dihubungi berhasil memadamkan api.

Baca juga: Fakta-fakta Tragedi Kebakaran Maut di Tangerang, Didalangi Mantan Pacar yang Tidak Direstui Orangtua

Sampai saat ini, Anyusiata belum mengetahui penyebab kebakaran.

"Kami tidak tahu api itu dari mana, kami tidak tahu mungkin dari salah satu opa mungkin dari korek api atau gimana," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved