Satpol PP Pantau Kinerja Dokter, Nakes Justru Merasa Risih: Tak Perlu Ajari Kami Bertanggung Jawab

Ketika Satpol PP ditugaskan memantau kinerja pada dokter di rumah sakit, sebagian tenaga kesehatan (nakes) justru merasa risih.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
(Shutterstock/Eldar Nurkovic)
Ilustrasi tenaga kesehatan (nakes). Ketika Satpol PP ditugaskan memantau kinerja pada dokter di rumah sakit, sebagian nakes justru merasa risih. 

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASSAR - Ketika Satpol PP ditugaskan memantau kinerja pada dokter di rumah sakit, sebagian tenaga kesehatan (nakes) justru merasa risih.

Mereka menganggap ranah kerjanya terlalu dicampuri oleh keberadaan Satpol PP yang ditempatkan di setiap rumah sakit milik pemerintah.

Peraturan itu kini diterapkan di Sulawesi Selatan.

Jadinya, aktivitas di tujuh rumah sakit milik pemerintah Sulsel, termasuk kegiatan dokter diawasi langsung oleh para petugas Satpol PP yang dikerahkan ke sana.

Alih-alih merasa nyaman, kebijakan itu justru dikeluhkan oleh sejumlah nakes.

Baca juga: Motor Nakes Ini Hilang Usai Bantu Warga Vaksin Covid-19, Kendaraan Kado dari Suami karena Lulus CPNS

Bahkan, beredar informasi di sosial media tentang unggahan kekecewaan dari nakes terkait keberadaan Satpol PP di tiap rumah sakit.

Dilansir dari Tribun Timur, al itu seperti yang diposting di akun Instagram @zaidatulamalia.

Dalam postingannya, dia mengupload video salah seorang personel satpol PP Sulsel yang ditanya sedang apa berada di rumah sakit.

Salah seorang personel Satpol PP Sulsel melakukan pemantauan terhadap kehadiran para dokter ASN di Poliklinik RS Dadi.
Salah seorang personel Satpol PP Sulsel melakukan pemantauan terhadap kehadiran para dokter ASN di Poliklinik RS Dadi. (Istimewa via Tribun Timur)

Kemudian personel satpol tersebut menjawab bahwa sedang ditugaskan mengawasi kehadiran para dokter di RS.
berada

Dalam caption di IG, @zaidatulamalia intinya mempertanyakan pengawasan kerja dokter oleh Satpol PP.

Saat kasus covid naik pesat, IDI/IDAI menganjurkan pelayanan telemedicine untuk melindungi dokter2 dari terpapar covid, mengingat data dari @timmitagasiidi menunjukkan angka kematian dokter yang kian meningkat.

Ini malah mengirim satpol pp untuk mengawasi kehadiran dokter.

Gagal paham saya!

Cara ini sungguh tidak elok. Tidak perlu mengajari kami cara bertanggung jawab terhadap nyawa manusia.

Baca juga: Dahulukan Pelayanan Warga, Puskesmas Kramat Jati Mulai Vaksin Booster untuk Nakes di Siang Hari

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved