Cerita Kriminal

Diduga Bawa Senjata Mainan, Polisi Buru Pelaku Begal Warung Kelontong di Babelan Bekasi

Polsek Babelan Polres Metro Bekasi masih memburu pelaku begal bersenjata api yang menyerang warung kelontong di Kampung Ujung Malang

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Polisi mendatangi warung kelontong di Kampung Ujung Malang, Kecamatan Bebelan, Kabupaten Bekasi, Kamis (19/8/2021).  

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BABELAN - Polsek Babelan Polres Metro Bekasi masih memburu pelaku begal bersenjata api yang menyerang warung kelontong di Kampung Ujung Malang, Kecamatan Bebelan, Kabupaten Bekasi.

Kanit Reskrim Polsek Babelan Iptu Nano Indratno mengatakan, pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian dan memeriksa saksi korban.

"Masih dalam penyelidikan, kita sudah ke TKP (tempat kejadian perkara) didampingi petugas desa dan memeriksa saksi-saksi," kata Nano saat dikonfirmasi.

Adapun untuk senjata api yang dibawa pelaku, Nano menduga senjata tersebut merupakan pistol mainan yang digunakan untuk menakuti korban.

"Kalau dari informasi diduga palsu untuk menakut-nakuti korbannya saja," tapi saat ini kita masih buru pelakunya," terang dia.

Kawanan begal bersenjata tajam santroni warung kelontong yang buka 24 jam di kawasan Kampung Ujung Harapan, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Rabu (18/8/2021) kemarin.

Detik-detik aksi begal ini terekam CCTV, mereka mengancam penjaga warung dengan cara menodongkan pistol berwarna silver diduga jenis revolver.

Korban bernama Aksan saat dikonfirmasi mengatakan, pristiwa terjadi sekira pukul 04.00 WIB ketika situasi sekitar warung sepi.

Baca juga: Menyamar Jadi Pembeli di Medsos, Polsek Tebet Tangkap Penjual Senjata Api Rakitan Seharga Rp 7 Juta

"Kejadian udah mau subuh, saya lagi jaga warung sambil main HP (ponsel)," kata Aksan.

Pelaku kata dia, berjumlah tiga orang datang menggunakan dua sepeda motor. Dua diantaranya turun dari kendaraan sambil menentang pistol dan senjata tajam.

"Ada motor dua langsung nodong pistol sama celurit, saya langsung reflek sembunyiin HP," jelas dia.

Pelaku lalu bertindak makin beringas, mereka mengancam korban sambil seolah-olah mengayunkan celurit dan mengarahkan pistol ke kepala korban.

Baca juga: Terancam 20 Tahun Penjara, Penjual Senjata Api Rakitan di Tebet Ternyata Bekas Pegawai Bank

"Saya tetap berusaha melindungi, saya sembunyiin HP di balik badan supaya enggak keliatan," ucapnya.

Aksan saat itu berusaha melawan, dia berteriak minta tolong meski pelaku terus mengancam. Bahkan, ia sempat melemparkan galon yang ada di sampingnya ke arah kedua pelaku.

"Enggak sempet diambil, karena saya teriak mereka kabur alhamdulilah selamat enggak sampai kenapa-kenapa," ucapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved