Kodim Jakarta Barat Selidiki Oknum Anggotanya yang Diduga Pukuli Warga Kramat Jati
Kodim 0503 Jakarta Barat angkat bicara atas dugaan penganiayaan dilakukan oknum anggota mereka kepada Indra Hatta, warga Kramat Jati.
Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Kodim 0503 Jakarta Barat angkat bicara atas dugaan penganiayaan dilakukan oknum anggota mereka kepada Indra Hatta (31), warga Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Komandan Kodim 0503 Jakarta Barat Kolonel Inf. Dadang Ismail Marzuki mengatakan untuk sekarang pihaknya belum menerima laporan penganiayaan dilakukan oknum anggotanya.
Namun dia menyatakan bakal menelusuri dugaan penganiayaan terhadap Indra, karena berdasar informasi sementara S bertugas sebagai Babinsa Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.
"Saya belum dapat laporan, masih penyelidikan," kata Dadang saat dikonfirmasi di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (20/8/2021).
Danramil 03/Grogol Palmerah Kapten Irwan tidak membenarkan atau membantah bahwa S yang saat melakukan penganiayaan tersorot CCTV rumah warga merupakan anggotanya.

Tapi saat dikonfirmasi Irwan justru menuturkan masalah antara S dan Indra sudah diselesaikan kekeluargaan, beda dengan keterangan Indra yang menyatakan belum ada permintaan maaf.
Ketika diminta dokumentasi pertemuan antara S dengan Indra saat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dia juga tidak menanggapi dan menyatakan tidak mengetahui kejadian.
Baca juga: Kasus Penganiayaan Ojol kepada Kakek 72 Tahun di Polres Jaktim Akan Dilaporkan Keluarga ke Polda
"Saya tidak tahu masalah video (rekaman CCTV saat S melakukan penganiayaan terhadap Indra) itu," ujar Irwan.
TribunJakarta.com telah berupaya mengonfirmasi kejadian kepada Kapendam Jaya Letkol Arh Herwin Budi Saputra, tapi hingga berita ditulis upaya konfirmasi urung membuahkan hasil.
Kasus penganiayaan terhadap Indra dipicu masalah parkir saat S hendak melajukan mobilnya di Jalan Balai Rakyat namun terhalang motor pegawai tempat produksi madu lokasi Indra bekerja.
"Memang karena jalannya sempit jadi kalau ada mobil masuk enggak muat, tapi biasanya orang tinggal klakson saja terus kita pindahkan. Waktu itu memang dia klakson," kata Indra.
Tapi saat Indra hendak memindahkan satu sepeda motor dari jalan, S yang secara domisili bertetangga karena tinggal di RT 05/RW 05 membuka kaca mobil lalu bertanya harga narkoba.

Pertanyaan tersebut karena beberapa waktu sebelumnya Indra sempat jadi korban salah tangkap dalam kasus penyalahguna narkoba jenis sabu, dia ditangkap tanpa barang bukti.
Pun bebas dan tidak jadi tersangka, pertanyaan S kepadanya diakui cukup menyinggung sehingga Indra yang jarak rumahnya dengan S hanya sekitar 200 meter lalu balik bertanya.