Pemkot Tangerang Terbitkan KTP Elektronik Untuk Belasan Warga Transgender

KTP elektronik tersebut dicetak oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Aji
Warta Kota/Henry Lopulalan
ILUSTRASI. Petugas menjukan e-KTP warga yang sudah selesai di Kelurahan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Sebanyak 17 orang transgender di Kota Tangerang tercatat mendapatkan KTP Elektronik dari pemerintah setempat.

KTP elektronik tersebut dicetak oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang.

"Ada 17 orang yang mendapatkan KTP elektronik dan juga KK (Kartu Keluarga)," jelas Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Tangerang, Sri Warsini saat dihubungi, Senin (23/8/2021).

"Selanjutnya ada 18 orang juga yang sudah mendapatkan akte kelahiran," sambungnya.

Menurut Sri, belasan transgender di Kota Tangerang yang mendapatkan KTP elektronik berdasarkan perintah dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

Kemudian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

"Sudah jadi instruksi dari pusat untuk mendata dan memberikan dokumen kependudukan sebagai warga negara Indonesia," jelas Sri.

Sebagai informasi, KTP elektronik yang dimiliki transgender tidak mengubah status pada jenis kelamin dan nama.

Kata Sri, jika ingin mengubah jenis kelamin pada kolom KTP elektronik harus mengikuti beberapa syarat yakni penetapan dari pengadilan.

"Kami tidak mengubah statusnya. Jenis kelamin dan nama sesuai dengan aslinya yakni laki-laki," ujar Sri.

"Untuk perubahan jenis kelamin dan nama, harus ada penetapan pengadilan," sambungnya.

Dirinya menjelaskan, setiap warga akan mendapatkan pelayanan dan hak yang sama dalam pendataan, perekaman, percetakan adminduk.

Ia pun berharap untuk transgender dapat memberikan data sebenar-benarnya dalam pengisian administrasi kependudukan.

"Ke depannya bisa datang langsung ke Disdukcapil dengan membawa persyaratan salah satunya kartu keluarga untuk membuat dokumen kependudukan," ucap Sri.

Baca juga: Dinsos Jakarta Pusat Amankan Transpuan Diduga Terlibat Prostitusi di Kebon Kosong Kemayoran

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved