Breaking News:

Ingin Integrasikan Pengelolaan Stok UMKM di E-Commerce? Begini Caranya

Kamu pengusaha UMKM yang ingin mengintegrasikan pengelolaan stok dan inventori di marketplace Tokopedia, Shopee, dan website penjualan?

Editor: Kurniawati Hasjanah

TRIBUNJAKARTA.COM -  Kamu pengusaha UMKM yang ingin mengintegrasikan pengelolaan stok dan inventori di E-Commerce, seperti Tokopedia dan Shopee?

Tenang, saat ini kamu sudah bisa menggunakan fitur terbaru Xendit Inventory Sync.

"Dengan fitur ini, hanya dengan satu kali update stok, maka semua SKU atau Stock Keeping Unit di Shopee, Tokopedia, serta website brand secara otomatis akan ter-update,” jelas Moses Lo, Co-Founder and CEO Xendit pada Selasa (24/8).

Ilustrasi belanja
Ilustrasi belanja (freepik.com)

Saat ini, hampir semua pelaku bisnis di Indonesia menerapkan strategi pemasaran multi-channel agar dapat mengkombinasikan saluran penjualan baik di marketplace maupun di website.

Indonesia yang sedang mengalami masa keemasan e-commerce mencatatkan lonjakan proporsi transaksi online, dari 2% di tahun 2016 menjadi 20% di tahun 2020.

Baca juga: Ingin Nonton 10 Film Jerman dengan Subtitle Bahasa Indonesia? Begini Caranya

Diperkirakan, transaksi e-commerce pun bisa mencapai 40% dari total keseluruhan transaksi ritel di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

"Tampilan serta pengaturan Xendit Inventory Sync sengaja dirancang agar simpel dan mudah diakses, sehingga bisa digunakan oleh siapapun, tanpa perlu coding atau keahlian teknis tertentu," imbuh Moses Lo.

Saat ini, Xendit Inventory Sync mendukung integrasi di Shopify, WooCommerce, Shopee, dan Tokopedia. Shopee dan Tokopedia merupakan dua platform e-commerce terbesar di Indonesia, dengan total pengunjung website masing-masing mencapai 90 juta dan 80 juta sepanjang tahun 2020, menurut data iPrice Group & SimilarWeb. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved