Tangis Remaja Demi Bisa Berjalan, Sepekan Dikubur Separuh Badan Hingga Nginap 2 Bulan di Rumah Dukun
Tangis Fahmi Sodik, remaja berusia 15 tahun di Kabupaten Pamekasan agar bisa berjalan. Nginap di rumah dukun hingga dikubur separuh badan.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Yogi Jakarta
Bahkan Fahmi menangis ketika awal-awal dikubur.
"Sebetulnya saya tidak tega, tapi namanya usaha tetap harus ditempuh meskipun hasilnya nihil," ungkap Sabber.
Baca juga: Pilu Kurir Ratapi Sepeda Motor Hangus Terbakar Saat Antar Paket Pelanggan
Ikat Seluruh Tubuh
Selian itu, Saber mengungkapkan seseoran juga memberi saran agan seluruh tubuh Fahmi diikat menggunakan kain. Hal itu seperti bayi waktu baru lahir.
Itu dilakukan selama kurang lebih tiga bulan saat Fahmi berusia 10 tahun. Cara ini juga tak ada hasilnya.
Tanpa disangka, ada orang dari Jember, Jawa Timur yang prihatin mengetahui kondisi Fahmi dan keluarganya.
Baca juga: Pilu Kurir Ratapi Sepeda Motor Hangus Terbakar Saat Antar Paket Pelanggan
Orang tersebut datang ke rumah Fahmi dan mengajaknya berobat ke salah satu rumah sakit di Surabaya.
Saat dilakukan pengecekan ke seluruh kondisi tubuh Fahmi, ada kelainan pada otot di tungkai pahanya.
"Usai dari dokter itu, Fahmi diberi tongkat untuk berlatih. Tapi tongkat itu tidak dipakai karena tidak cocok untuk kondisi jalan di rumah yang berbatu. Fahmi sering jatuh," terang Sabber.
Perlahan, Fahmi yang awalnya hanya bisa merangkak, mulai belajar berjalan dengan bantuan tongkat kayu dan bambu seadanya.
Baca juga: Kisah Pilu Jelang HUT RI, Kronologi Bocah Meninggal Tersetrum Saat Hendak Dirikan Tiang Bendera
Harapan Orangtua
Sabber mengaku sudah menghabiskan banyak biaya untuk menyembuhkan kondisi sang anak.
Terhitung sudah lebih dari Rp 20 juta dikeluarkannya.
Padahal kondisi ekonomi Sabber tak menentu. Dia hanya bekerja sebagai kuli serabutan.
"Sekarang saya hanya bisa pasrah dan tak pernah putus asa dalam doa untuk kesembuhan Fahmi," ungkap Sabber.