Antisipasi Virus Corona di Tangerang

Pemkot Tangerang Kelimpungan Urus Vaksin Pfizer, Wali Kota Arief Langsung Minta Arahan Kemenkes

Pemerintah Kota Tangerang masih kebingungan soal pendistribusian Pfizer di fasilitas-fasilitas kesehatan di sana.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat ditemui awak media di kantornya - Pemerintah Kota Tangerang masih kebingungan soal pendistribusian Pfizer di fasilitas-fasilitas kesehatan di sana. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang masih kebingungan soal pendistribusian Pfizer di fasilitas kesehatan di sana.

Maka dari itu, Pemerintah Kota Tangerang meminta bantuan dan arahan dari Kementerian Kesehatan untuk membantu pendistribusian vaskin asal Amerika Serikat tersebut.

"Jadi sekarang kita lagi coba minta arahan sama Kementerian Kesehatan bagaimana caranya kita bisa meratakan distribusi Pfizer ini ke tempat lain," jelas Arief saat ditemui di SMPN 7 Kota Tangerang, Rabu (26/8/2021).

Sebab, untuk sekarang Pemerintah Kota Tangerang belum mempunyai fasilitas lengkap untuk menyimpan Pfizer.

Pasalnya, baru ada dua fasilitas kesehatan di Kota Tangerang yang mempunyai kulkas penyimpanan minus 70 derajat celsius yakni RSUD Kota Tangerang dan Puskesmas Panunggangan Barat.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat ditemui awak media usai kunjungan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (27/7/2021).
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat ditemui awak media usai kunjungan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (27/7/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

"Karena fasilitas kesehatan itu kan harus siapkan cooling box dan sebagainya. Karena pengelolaan vaksin Pfizer itu sangat spesifik temperaturnya. Treatmentnya beda lah," papar Arief.

Maka dari itu, sejauh ini hanya RSUD Kota Tangerang dan Puskesmas Panunggangan Barat yang menggelar penyuntikan Pfizer.

Baca juga: Pemkot Tangerang Batalkan Penyuntikan Vaksin Pfizer untuk Masyarakat Umum, Ini Penyebabnya

Sebab, keduanya punya alat penyimpanan untul Pfizer.

"Kita kan baru ujicoba yang di Panunggangan Barat kemarin nih. Pfizer itu pengennya jangan disentralistik," ujar Arief.

Jika hanya digelar di dua lokasi tersebut, menurut dia, masyarakat yang ingin disuntik Pfizer bakal mengantre sehingga menimbulkan kerumunan.

Pasalnya, RSUD Kota Tangerang dan Puskesmas Panunggangan Barat tidak memiliki lokasi yang cukup luas untuk masyarakat mengantre.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat ditemui di kantornya untuk memberikan keterangan soal lurah yang melakukan pungli, Jumat (6/8/2021).
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat ditemui di kantornya untuk memberikan keterangan soal lurah yang melakukan pungli, Jumat (6/8/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

"Itu kan jumlahnya banyak. Ada 80.000 dosis kali dua, 160.000. Kalau semuanya disentralistik di RSUD dan Panunggangan Barat, kasian nih masyarakatnya nanti ngantri dan sebagainya," tutupnya.

Batalkan penyuntikan

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved